KEKURANGAN ENERGI KRONIS pada IBU HAMIL

KEKURANGAN ENERGI KRONIS pada IBU HAMIL


Pada umumnya, ketika hamil diawal trimester ibu mengalami mual muntah. Akibat yang bisa ditimbulkan dari mual muntah berlebih yaitu sulitnya berat badan bertambah. Tak jarang ada ibu hamil mengalami penurunan drastis berat badan akibat dari mual muntah yang berlebih.

Penurunan berat badan tersebut ditandai pula dengan menurunnya ukuran lingkar lengan atas(LILA) pada ibu hamil. Ada juga faktor penyakit yang dimiliki ibu sehingga ukuran lilanya kurang dari normal. Lila normal bagi ibu hamil 23,5 cm. Jika ukuran lila kurang dari itu, maka ibu hamil tersebut termasuk KEK.

Ada 4 refrensi pengertian Kurang energi Kronis (KEK):

- Menurut Depkes RI (1994) pengukuran LILA pada kelompok wanita usia subur adalah salah satu cara untuk mendeteksi dini yang mudah dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam, untuk mengetahui kelompok berisiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).
-Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah kekurangan gizi pada ibu hamil yang berlangsung lama (beberapa bulan atau tahun) (DepKes RI, 1999).
- Risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mempunyai kecenderungan menderita KEK ( Arismas,2009).
- Ibu KEK adalah ibu yang ukuran LILAnya < 23,5 cm dan dengan salah satu atau beberapa kriteria sebagai berikut :
a. Berat badan ibu sebelum hamil < 42 kg.
b. Tinggi badan ibu < 145 cm.
c. Berat badan ibu pada kehamilan trimester III < 45 kg.
d. Indeks masa tubuh (IMT) sebelum hamil < 17,00
e. Ibu menderita anemia (Hb < 11 gr %) (Weni, 2010).

🍪 Apa penyebab KEK pada ibu hamil?

KEK pada ibu hamil, disebakan oleh

- Ibu hamil dengan kekurangan asupan karbohidrat, protein, dan zat besi kemungkinan besar akan mengalami KEK.
- Ibu hamil menderita penyakit.
- Kondisi sistem imun ibu hamil menurun, sedangkan sistem metabolisme semakin meningkat juga akan menyebabkan ibu hamil menderita KEK.
- Kurangnya pendidikan atau informasi bagi ibu hamil
Ibu hamil seharusnya melengkapi pengetahuannya tentang berbagai informasi mengenai bermacam-macam sumber gizi dan manfaatnya bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Dengan begitu akan tumbuh kesadaran ibu hamil untuk menjaga dan merawat kehamilannya dengan memenuhi kebutuhan gizi tiap harinya.
- Jarak kehamilan yang terlalu dekat
Jarak kehamilan yang terlalu dekat merupakan faktor yang cukup signifikan sebagai penyebab KEK. Hal ini dikarenakan energi ibu hamil akan terkuras untuk merawat buah hatinya yang besar, sedangkan kondisi kehamilannya menyebabkan mudah letih sehingga mengalami KEK.
-Sosial ekonomi ibu hamil
Ibu hamil dengan latar belakang ekonomi rendah akan merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizinya karena ketidakmampuannya membeli berbagai bahan makanan sumber gizi. Karena itu, ada kecenderungan untuk tidak memperhatikan asupan gizi tersebut.
- Usia ibu hamil
Ibu hamil yang berusia kurang dari 20 tahun cenderung berisiko mengalami KEK. Hal ini dikarenakan ibu hamil dengan usia muda masih membutuhkan asupan gizi untuk pertumbuhan. Dengan begitu, ada persaingan dalam mendapatkan nutrisi antara ibu hamil dan janinnya.

🍪 Apa ciri-ciri atau tanda-tanda ibu hamil dengan gangguan KEK?

Ciri-ciri ibu hamil KEK adalah

1 . Badan terasa lemah, lemas, lesu, letih
2. Wajah pucat
3. Berat badan sulit bertambah
4. Ukuran lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm
5. Anemia

🍪 Apa saja risiko KEK pada ibu hamil dan janinnya?

Resiko yang bisa terjadi pada ibu hamil KEK adalah

1. Bayi lahir dengan berat rendah (kurang dari 2500 kg)
2. Bayi lahir prematur (kurang dari usia kehamilan 37 minggu)
3. Keguguran janin
4. Proses persalinan yang sulit
5. Perdarahan post-partum pada ibu hamil
6. Operasi caesar
7. Bayi lahir mati
8. Bayi lahir dengan cacat bawaan

🍪 Bagaimana cara mengatasi KEK pada ibu hamil?

Cara mengatasi KEK yaitu

1. Mengonsumsi makanan yang mengandung kalori, seperti nasi, kentang, ubi, singkong, dll.
2. Mengonsumsi makanan yang mengandung protein, seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan, susu, dll.
3. Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti sayuran hijau, protein hewani (daging, susu, telur) dan lengkapi dengan buah.

Untuk menghindari KEK,ibu hamil wajib memenuhi gizi seimbang yang sangat diperlukan oleh tubuh. Dengan gizi nomal, diharapkan bunda akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan, dan berar badannya normal.

Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
Ibudananak
BNBN

Read More

13 AKIBAT KOSMETIK BERBAHAYA bagi IBU HAMIL


13 AKIBAT KOSMETIK BERBAHAYA bagi IBU HAMIL

Apakah saat ini Bunda sedang hamil?
Apa yang Bunda rasakan?
Saat hamil, bawaannya memang berbeda-beda setiap wanita. Ada ibu hamil yang tiba-tiba malas, ogah melakukan apapun. Pengennya tidur terus. Jangankan mandi, cuci mukapun berat dikerjakan. Berdandanpun tidak pernah dilakukan.
Namun meskipun demikian, banyak juga wanita yang ketika hamil malah semakin rajin. Pengennya bersih-bersih rumah, gemar memasak,dll. Secara penampilan, ingin selalu terlihat cantik. Gak mau kucel, kemanapun bawa parfum, sering banget ke salon, doyan berdandan pula. Untuk puaskan rasa cantik, semua kosmetik dibeli demi dapatkan penampilan yang menawan.
Ketika hamil, sah-sah saja jika ingin bersolek. Tetapi perlu diperhatikan, bijaklah dalam memilih kosmetik yang hendak Bunda gunakan. Jangan sampai produk yang digunakan sampai mengganggu kesehatan janin dalam rahim.
Meskipun pemakaian kosmetik berada di luar, tetap saja zat kimia yang ada di dalamnya dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan akhirnya masuk ke pori-pori. Bahan yang masuk tersebut bisa terserap ke dalam placenta sehingga mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Lalu, apa saja bahaya yang bisa ditimbulkan jika tetap menggunakan kosmetik dengan bahan kimia berbahaya?
Bahaya yang bisa ditimbulkan diantara adalah
1. Cacat ketika lahir
Kandungan retinoid yang ada di dalam bahan kosmetik seperti obat jerawat bisa mengakibatkan bayi yang dimiliki ibu hamil mengalami kecacatan ketika dilahirkan. Kecacatan yang bisa terjadi diantaranya:
- jari dempet atau berdempetan
- memiliki jumlah jari yang kurang
- memiliki jumlah jari yang berlebih
- mata juling
2. Perkembangan janin terganggu
Kandungan retinoid dalam kosmetik juga mengganggu perkembangan janin. Perkembangan dan pertumbuhan janin tidak sesuai dengan umur kehamilan yang semestinya.
3. Keracunan janin
Aroma parfum yang terlalu menyengat juga berbahaya. Sebab bisa masuk ke dalam tubuh, saat masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan keracunan janin.
4. Kematian bayi
Bahan loga, merkuri dan hydroquinone dalam kosmetik bisa sampai menyebabkan kematian bayi. Baik itu mati di dalam kandungan, maupun bayi yang baru saja dilahirkan.
5. Kanker
Terlalu lama terpapar dengan bahan kosmetik yang berbahaya bisa timbulkan kanker. Kanker yang sering timbul yaitu kanker kulit.
6. Bibir sumbing
Menggunakan kosmetik yang berbahaya dapat menyebabkan bayi terkena bibir sumbing. Meski tidak semua bibir sumbing disebabkan karena kosmetik.
7. Mengganggu pertumbuhan sel syaraf
Bahaya kosmetik bagi ibu hamil bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan sel syaraf dalam otak janin. Sehingga dapat melahirkan bayi ideot.
8. Kelainan jantung
Zat kimia yang ada dalam kosmetik bisa menyebabkan gangguan oegan seperti kelainan jantung.
9. Kelainan paru-paru
Kandungan kosmetik berbahaya seperti BHA dan juga retinoid bisa menyebabkan kelainan paru-paru.
10. Alergi
Janin yang ada di dalam kandungan bisa terkena alergi akibat kosmetik berbahaya. Hal itu dikarenakan kulit janin masih sangat sensitif.
11. Gangguan reproduksi
Bahan kimia yang berbahaya bisa menyebabkan janin yang ada di dalam kandungan ibu. Yaitu terganggunya organ reproduksi si janin.
12. Keguguran
Keguguran bisa disebabkan karena bahan kimia yang berbahaya dari kandungan kosmetik.
13. Komplikasi kehamilan
Kandungan BHA yang ada di dalam produk kosmetik dapat menyebabkan kompikasi pada kehamilan, seperti pre eklamsia.
Itulah 13 bahaya yang bisa terjadi jika ibu hamil tetap menggunakan kosmetik dengan komposisi zat kimia berbahaya. Untuk itu berhati hatilah Bunda dalam penggunaan kosmetik ketika hamil.
Semoga bermanfaat 😉
Bidan Oveeta_29
BNBN
Read More

HIV dan AIDS



HIV dan AIDS


Kita semua tahu, HIV AIDS merupakan penyakit yang ganas yang bisa berhujung pada kematian. Namun karena secara fisik tidak menunjukkan perubahan yang kentara, kita hampir tidak bisa mendeteksi, dikarenakan secara kasat mata perbedaan orang sehat dengan orang yang menderita HIV AIDS tidak tampak.

Beberapa waktu lalu, saya pernah didatangi seorang wanita muda. Secara paras bagi saya dia cukup cantik dan menarik. Dia bercerita dengan santainya, dan siapa sangka ia menderita HIV. Bermodal curhat singkatnya, akhirnya kisah itu saya tuangkan di buku perdana saya yang berjudul DIARY SALMA. Dengan harapan, cerita itu bisa diambil hikmahnya dalam kehidupan kita.


Sebenarnya apa itu HIV dan AIDS?

Human Immunodeficiency Virus, atau HIV, adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh. Tidak seperti virus lainnya, tubuh tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Jika terinfeksi HIV, maka penyakit tersebut akan dimiliki sepanjang hidup.

AIDS adalah kondisi yang paling parah dari penyakit HIV dan ditandai dengan munculnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai infeksi yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Apakah tanda-tanda HIV dan AIDS?

Meskipun tidak menunjukkan gejala apapun, virus ini dapat menularkan virus ke orang lain. Ini karena HIV dapat memakan waktu hingga 2 sampai 15 tahun dalam memunculkan gejala. Seseorang yang mungkin memiliki HIV dan masih terlihat sehat dan berfungsi secara normal, tidak dapat mengetahui secara pasti apakah dirinya memiliki HIV sampai dengan melakukan pemeriksaan.

HIV tidak langsung merusak organ, tetapi akan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan terjadi berbagai penyakit lainnya, terutama infeksi untuk menyerang tubuh. Gejala pertama dari HIV mirip dengan infeksi virus lainnya:

1. Demam
2. Sakit kepala
3. Kelelahan
4. Sakit otot
5. Penurunan berat badan
6. Pembengkakan kelenjar di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha

AIDS adalah tahap lanjutan progresif dari infeksi HIV. HIV dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan banyak kondisi infeksi lainnya. Jika seseorang memiliki AIDS, dia mungkin memiliki beberapa kondisi menular pada waktu yang sama, misalnya:

1. Infeksi, baik satu atau bahkan beberapa, contohnya tuberkulosis, infeksi sitomegalovirus, kriptokokus meningitis, toksoplasmosis, cryptosporidiosis.

2. Kanker.
Misalnya kanker paru-paru, kanker ginjal atau limfoma, dan sarkoma Kaposi. 

3. Tuberkulosis (TB).
Di negara-negara yang miskin sumber daya, TB adalah infeksi yang paling umum yang terkait dengan HIV, dan merupakan penyebab utama kematian di antara orang dengan AIDS.

4. Sitomegalovirus.
Virus herpes yang umum ini ditransmisikan dalam cairan tubuh seperti air liur, darah, urin, air mani, dan air susu ibu. Sistem kekebalan tubuh yang sehat akan membuat virus tidak aktif. Namun, jika sistem kekebalan tubuh melemah, virus muncul kembali dan menyebabkan kerusakan pada mata, saluran pencernaan, paru-paru, atau organ lain.

5. Kandidiasis.
Kandidiasis adalah infeksi yang juga sering terjadi terkait HIV. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan menyebabkan lapisan putih dan tebal pada selaput lendir mulut, lidah, kerongkongan, atau vagina.

5. Kriptokokus meningitis.
Meningitis adalah peradangan pada selaput dan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Meningitis kriptokokal adalah infeksi sistem saraf umum pusat yang terkait dengan HIV, disebabkan oleh jamur yang ditemukan di dalam tanah.

6. Toksoplasmosis.
Infeksi yang mematikan ini disebabkan oleh Toxoplasma gondii, parasit yang menyebar terutama oleh kucing. Kucing yang terinfeksi juga memiliki parasit dalam tinja mereka, dan parasit kemudian dapat menyebar ke hewan lain dan manusia.

7. Cryptosporidiosis.
 Infeksi ini disebabkan oleh parasit usus yang umum ditemukan pada hewan. Anda dapat kontak dengan cryptosporidiosis ketika Anda menelan makanan atau air yang terkontaminasi. Parasit tumbuh di usus Anda dan saluran empedu, menyebabkan diare parah kronis pada orang dengan AIDS. Selain infeksi, Anda juga berisiko mengalami kanker dan masalah neurologis serta masalah ginjal ketika Anda memiliki AIDS.

Kondisi yang dapat kita lihat sebagai tanda-tanda alami HIV sebagai berikut:

- Thrush:
lapisan keputihan dan tebal pada lidah atau mulut yang disebabkan oleh infeksi jamur dan kadang-kadang disertai dengan sakit tenggorokanInfeksi jamur vagina yang parah atau berulang.

- Penyakit radang panggul kronisInfeksi parah dan sering mengalami kelelahan ekstrem yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, yang mungkin muncul bersamaan dengan sakit kepala, dan/atau pusing
- Turunnya berat badan  lebih dari 5 kg yang tidak disebabkan karena peningkatan latihan fisik atau diet
- Memar lebih mudah dari biasanya
- Periode diare yang lebih sering
- Sering demam dan/atau berkeringat di malam hari
- Pembengkakan atau pengerasan kelenjar yang terletak di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha
- Periode batuk kering yang menerus
- Meningkatnya sesak napas
- Munculnya perubahan warna atau keunguan pada kulit atau dalam mulut
- Perdarahan pada kulit, mulut, hidung, anus, atau vagina, atau dari pembukaan di dalam tubuh tanpa sebab
- Ruam kulit yang sering atau tidak biasa
- Mati rasa parah atau nyeri pada tangan atau kaki, hilangnya kendali otot dan refleks, kelumpuhan, atau hilangnya kekuatan otot
- Kebingungan, perubahan kepribadian

HIV tidak dapat menular melalui kontak sehari-hari seperti:

1. Menyentuh
2. Berjabat tangan
3. Berpelukan atau berciuman
4. Batuk dan bersin
5. Memberikan darah
6. Menggunakan kolam renang atau dudukan toilet
7. Berbagi sprei,peralatan makan atau makanan hewan, nyamuk, atau serangga lainnya.

Apa yang meningkatkan risiko tertular  HIV dan AIDS?

AIDS disebabkan oleh HIV dan virus ini ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh dari pasien HIV, termasuk darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu. Cara penularannya yaitu:

1. Dengan melakukan kegiatan seksual tanpa kondom dengan seseorang yang memiliki HIV.
2. Dengan berbagi jarum suntik dan peralatan obat suntik lainnya yang terkontaminasi dengan HIV.
3. Dengan menggunakan peralatan tato dan body piercing  (termasuk tinta) yang tidak disterilkan dengan benar dan dibersihkan dan terinfeksi HIV.
4. Dari seorang ibu dengan HIV kepada bayinya (sebelum atau selama kelahiran) dan dengan menyusui.
5. Kontak dengan darah, air mani, atau cairan vagina yang terinfeksi HIV pada luka atau luka terbuka .

Bagaimana mendiagnosis HIV dan AIDS?

Tes darah memungkinkan dokter untuk menentukan apakah Anda terinfeksi virus HIV.  Keakuratan tes tergantung pada waktu paparan terakhir untuk HIV (hubungan seks tanpa kondom, berbagi jarum). Jika Anda pernah memiliki pengalaman berisiko, Anda bisa terinfeksi virus setiap saat. Oleh karena itu, lebih baik untuk diuji HIV. Ada periode sekitar 3 bulan untuk antibodi HIV muncul pada tes HIV.

Jika hasil Anda positif (reaktif):

Anda memiliki antibodi untuk HIV dan memiliki infeksi HIV. Tapi itu tidak berarti Anda memiliki AIDS. Tidak ada yang tahu pasti kapan seseorang terinfeksi virus HIV akan mengalami AIDS. Jika hasil Anda negatif, Anda tidak memiliki antibodi pada saat tes. Namun:Jika sudah 3 bulan sejak kegiatan berisiko HIV dan pengujian Anda adalah negatif, Anda tidak memiliki infeksi HIV. Jika sudah kurang dari 3 bulan sejak Anda melakukan kegiatan berisiko HIV, Anda harus melakukan tes ulang. Yang harus diingat, jika Anda melakukan kegiatan yang berisiko HIV, Anda dapat terinfeksi virus setiap saat.

Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
Alodokter
Dutchnews
Read More

BAHAYAKAH PERAWATAN RAMBUT KETIKA HAMIL????


BAHAYAKAH PERAWATAN RAMBUT KETIKA HAMIL????

   Minggu pagi, ketika car free day di alun-alun kota. Dari banyaknya kerumunan orang-orang, ada seorang wanita yang berhasil membius mata saya. Tatapan saya dibawa fokus kepadanya. Warna rambut yang pinkki, lurus, terkesan di smoothing karena tampak halus dan lembut dari radius kurang lebih 2 meteran.
Pandangan saya tergelitik, ada yang lain dengan wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut sedang hamil, dan menurut perkiraan kasat mata saya umur kehamilannya sekitar 8 bulan.
Kita tahu, bagi kaum hawa memperindah rambut dan menciptakan style baru, bagi sebagian pengakunya mampu meningkatkan kepercayaan diri. Sosok wanita sangat menyukai keindahan. Dan selalu ingin tampil cantik dalam keadaan hamil sekalipun. Tetapi, sebenarnya bagi wanita hamil boleh gak ya melakukan perawatan rambut???
 Cat Rambut
Hal-hal yang bisa dialami wanita hamil ketika memakai cat rambut:
1. Memicu pusing dan mual karena aroma menyengat dari cat rambut itu sendiri
2. Zat kimia yang ada dalam cat rambut dapat meresap ke dalam kulit kepala kemudian masuk dalam aliran darah. Hal ini bisa memberikan efek negatif pada janin.
3. Alergi cat rambut. Beberapa kandungan kimia dalam cat rambut seperti parafelendiamina(PPD) bisa mendatangkan alergi. Seperti: merah pada kulit kepala, melepuh, dermatitis, demam, mual, bengkak pada mata.
4. Memicu kanker. Dalam jangka panjang karena kandungan zat kimia berbahaya yang ada dalam cat rambut, seperti para-fenilendiamina (PPD) atau coal-tar, kalau timbal asetat, dan amina sekunder disinyalir dapat memicu terkadinya kanker.
Jenis kanker yang sering ditimbulkan adalah
- kanker kandung kemih
- kanker payudara
- kanker darah
- leukimia
- limfoma non hodgkin(kanker yang menyerang sistem limfatik)
5. Terganggunya kesehatan rambut (kering,kasar,kusam,rontok).
Namun demikian, tinjauan atas berbagai jenis studi yang dimuat dalam jurnal Cancer Causes and Control sendiri menyimpulkan tidak adanya hubungan langsung antara penggunaan cat rambut secara individual dengan kanker kandung kemih.
 Hal-hal yang harus diperhatikan jika ibu hamil tetap ingin melakukan cat rambut adalah
1. Hindari trimester 1 (0-12 minggu)
Jika tidak mendesak, sebaiknya hindari mewarnai rambut saat hamil trimester awal. Masa ini adalah merupakan masa sensitif dimana janin masih sangat rentan terhadap pengaruh dari luar. Cat rambut yang mengenai kulit kepala dapat masuk ke pori-pori dan ikut aliran darah di dalam tubuh. Walaupun jumlah zat kimia yang diserap sangat sedikit dan tidak cukup banyak menciderai janin. Tetapi bahan kimia tersebut dapat terlacak pada air kencing.
2. Gunakan cat rambut berbahan alami atau rendah amoniak
Sebaiknya bila Bunda hamil dan ingin mewarnai rambut, gunakanlah cat rambut yang berbahan alami seperti Henna. Yaitu cat rambut yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
3. Sarung tangan dan ventilasi udara (bila melakukan sendiri)
Gunakanlah sarung tangan untuk menghindari kontak langsung dengan bahan kimia pewarna rambut. Bukalah jendela selagi mengecat rambut agar sirkulasi udara lebih baik. Bau cat pewarna rambut yang keras dapat menambah rasa mual dan pusing.
4. Hindarilah kontak dengan kulit kepala
Highlight rambut lebih disarankan dibandingkan dengan mewarnai seluruh rambut, saat hamil. Hal ini dikarenakan area yang terpapar pewarna lebih sedikit dan berada 1-2 cm diatas kulit kepala. Dengan demikian, kontak langsung dengan kulit kepala selama proses pengecatan dapat dihindari.
5. Jangan terlalu sering melakukan cat rambut
Jadi, walaupun mewarnai rambut saat hamil boleh. Bunda tetap harus berhati-hati dalam melakukannya. Dan fikirlah matang-matang sebelum melakukannya.
Semoga bermanfaat 
Bidan Oveeta_29
BNBG
Read More

BUAH - BUAHAN YANG HARUS DIHINDARI SELAMA KEHAMILAN.



BUAH - BUAHAN YANG HARUS DIHINDARI SELAMA KEHAMILAN.



Ada ibu hamil yang periksa ke Puskemas tempat saya bekerja. Kebetulan pada saat itu saya yang piket pagi di poli KIA( Kesehatan Ibu dan Anak).

" Bubid, kenapa ya perut saya terasa panas, kemudian gatal-gatal juga disekitar perut?".
" Bunda kalau boleh tau, kemaren makan apa saja? ".
" Seingat saya, setelah makan nanas perut saya mendadak panas dan mules, selang 1 jam perut saya juga gatal".

Dalam kondisi hamil, tak jarang kita ingin makan makanan yang segar-segar. Buah misalnya. Namun, apakah Bunda tau meski buah mengandung vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh bagi ibu hamil justru malah tidak boleh dikonsumsi??

Ya, ada beberapa jenis buah yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi ibu hamil. Diantaranya adalah

1. Durian

Durian mengandung banyak alkohol. Jika terlalu banyak alkohol yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil, akibatnya perut menjadi panas. Akibatnya janin bisa mengalami keguguran.

2. Nanas

Rasa asam dari nanas mungkin membuat ibu hamil muda ingin merasakan cita rasa dari buah ini. Akan tetapi dalam dunia medis, ibu hamil tidak diperbolehkan makan buah ini. Apalagi kalau nanas muda. Mengapa?

- Nanas mengandung zat bernama BROMELAIN. Zat ini membuat leher rahim menjadi lunak sehingga tidak bisa menampung janin yang semakin lama semakin besar. Akibatnya bisa terjadi keguguran.
- Nanas mengandung alkohol yang menyebabkan rasa panas di perut.
- Nanas memiliki rasa gatal, jika ibu hamil mengonsumsinya bisa menyebabkan rasa gatal juga di bagian perut.

3. Pepaya muda

Pepaya sangat baik untuk ibu hamil, karena efeknya yang bisa membantu melancarkan pencernaan. Yang tidak boleh adalah pepaya mentah dan pepaya setengah matang. Mengapa?

- Getah pada pepaya muda membuat ibu hamil akan mengalami Kontraksi sehingga bayi akan lahir prematur.
- Getah pepaya membuat rasa gatal pada ibu hamil dan janin.
- Getah pepaya membuat placenta menjadi lengket.

4. Buah yang dikalengkan

Selain tidak segar, buah yang dikalengkan banyak mengandung bahan pengawet.

5. Buah yang tidak dicuci

Penggunaan pestisida oleh petani untuk mengusir hama, akan berbahaya untuk ibu hamil jika ketika mengonsumsi tidak dicuci terlebih dahulu. Selain mengandung kuman dan bakteri, pestisida yang menempel juga akan ikut kemakan.

6. Anggur

Siapa yang tidak tau anggur, pasti taulah ya. Tetapi untuk ibu hamil, hal yang harus diperhatikan ialah

- Anggur memiliki kandungan gula yang banyak sehingga dapat mempercepat kenaikan berat janin
-  Kandungan gula dalam buah anggur mudah menjadi fermentasi, sedangkan fermentasi sangat tidak baik untuk bumil karena di dalamnya mengandung alkohol.
- Alkohol pada buah anggur akan menyebabkan suhu di dalam rahim ibu meningkat secara tajam, akibatnya perut menjadi panas dan janin tidak mampu bertahan.

7. Cempedak

Cempedak seperti buah nangka. Dapat menyebabkan kontraksi dini, karena buah ini banyak mengandung gas.

8. Buah kepel

Buah kepel memiliki bentuk seperti sawo dan kiwi. Baunya harum dan tekstur buahnya lembut. Rasanya manis. Ibu hamil tidak boleh makan buah ini karena dapat mengakibatkan keputihan yang berlebih.

9. Buah nangka

Kandungan gas yang ada dibuah nangka mengakibatkan perut terasa kembung /bengah. Dan alkohol pada nangka menyebabkan perut panas. Tentunya hal itu akan memberikan rasa tidak nyaman bagi ibu hamil.

Kita tidak pernah tau, bagaimana kemampuan tubuh dalam mengolah reaksi yang bisa saja timbul dari buah-buah tersebut. Dalam keadaan hamil, berhati hati sangat dianjurkan. Daripada nantinya menyesal kemudian. Sebab semua yang dilakukan semata mata demi kesehatan ibu dan janin.

Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
BNBN
Read More

DEMAM pasca IMUNISASI, BAGAIMANAKAH CARA MENGATASINYA?



DEMAM pasca IMUNISASI, BAGAIMANAKAH CARA MENGATASINYA?



Dalam buku Pengantar Ilmu Kesehatan Anak dan Kebidanan, karangan Aziz Alimul dijelaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu cara agar bayi kebal dari berbagai penyakit, sehingga bayi dapat tumbuh dengan sehat.  Imunisasi dilakukan dengan memasukkan vaksin tertentu ke dalam tubuh bayi.  Vaksin merupakan bahan perangsang pembentuk zat anti yang dapat mencegah suatu penyakit, yang dimasukkan ke dalam tubuh si Kecil, baik dengan suntikan, seperti pada vaksin BCG, DPT, campak, maupun melalui mulut seperti pada vaksin polio.

Yup, benar sekali imunisasi merupakan tindakan pencegahan yang efektif untuk melawan beberapa penyakit. Imunisasi mempunyai beberapa efek samping, tapi dari beberapa efek samping tersebut, yang sering timbul adalah terjadinya demam. Karena efek samping itulah, ada beberapa Bunda yang merasa khawatir, bahkan ada yang merasa
 "kapok" karena anak jadi rewel setelahnya.

Berikut beberapa tips yang bisa Bunda lakukan saat si Kecil demam setelah imunisasi:

1. Meningkatkan asupan ASI untuk bayi

Saat bunda mendapati bayi terserang demam, langkah awal yang perlu bunda lakukan adalah memberikannya asupan cairan berupa ASI. Bunda harus tahu dan faham bahwa saat bayi demam, cairan tubuhnya akan keluarnya lebih banyak baik itu lewat keringat ataupun urine. Oleh sebab itu, bunda harus meningkatkan asupan ASI guna mencegah dehidrasi. ASI juga terbukti klinis mengandung nutrisi lengkap yang dapat membantu meningkat kekebalan tubuh bayi. Seperti asam lemak essensial berupa DHA (docosahexaneoic acid), AA (arachidonic acid), ALA (alfa linoleic). Selain itu ada juga beragam protein (yakni whey dan kasein), zat Ganfliosida (GA) serta Immunoglobulin A (IgA) yang berguna sebagai antibakteri dan melawan infeksi kuman.

2. Berikanlah pakaian yang tipis

Ketika bayi demam, sering ya kita temui beberapa bunda berikan selimut yang tebal untuk menyelimutinya. Sebaiknya bunda jangan memberikan pakaian yang terlalu tebal, apalagi sampai diselimuti bertumpuk-tumpuk.  Tindakan tersebut justru membuat panas tubuhnya tidak keluar. Sebaliknya jika bunda memberikan pakaian sejuk, keringatnya akan mudah keluar dan diserap. Anak juga tidak kegerahan. Tindakan ini dapat membantu menurunkan demam lebih cepat. Namun apabila bayi terlihat sangat rewel, barangkali ia merasakan meriang. Bunda bisa menyematkan selimut (tapi jangan yang berbahan terlalu tebal) di badannya agar bayi bisa merasa lebih nyaman.

3. Peluk dan berikan dekapan

Walaupun tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, namun banyak fakta yang membutikkan bahwa pelukan seorang ibu bisa membantu menyembuhkan sakit pada tubuh anaknya. Menurut catatan studi, sentuhan tangan ibu akan menyalurkan energi postif ke tubuh anak, sehingga produksi hormon endorfin pun juga akan meningkat. Hormon endorfin ini berperan untuk mengurangi stres, meningkatkan rasa bahagia dan juga perasaan nyaman. Dengan demikian, gejala-gejala sakit otomatis akan berkurang. Nah, saat bayi demam, bunda bisa mencoba menyentuh dahinya dan memberikan pelukan pada tubuhnya. Selain itu, hal yang bisa dilakukan, berusahalah memberikan ucapan motivasi kepada bayi, seperti “Kamu pasti akan sembuh nak, Insya Allah. Bunda disini kok!” .Dan tak lupa berikan doa-doa agar bayi bisa semakin tenang.

4. Kompres dengan air hangat

Air hangat bisa membantu memberikan efek rileksasi dan membuat pori-pori tubuh terbuka, sehingga panas pun bisa cepat keluar. Maka itu, sebaiknya saat bayi demam segera berikan pertolongan pertama dengan mengompres si bayi. Namun ingat, jangan gunakan air dingin! Sesuai anjuran medis, mengompres yang benar adalah menggunakan air hangat. Bunda bisa memberikan handuk kecil untuk mengompres bagian-bagian tubuhnya, seperti di dahi, ketiak, atau di telapak kakinya.

5. Kompres bekas suntikan dengan air dingin

Kenaikan suhu tubuh yang dialami bayi pasca imunasasi merupakan efek dari pemberian suntikan vaksin. Umumnya bila bekas suntikan membengkak, maka suhu tubuh akan semakin naik sehingga demam tak kunjung turun. Untuk itu, alternatif mudah untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberikan kompresan air dingin di area kulit bekas suntikan. Tindakan tersebut tidak hanya berguna untuk mengatasi bengkak (inflamasi) tapi juga meredakan rasa nyeri. Bunda cukup mengompresnya sekitar 20-30 menit disetiap harinya.

6. Kompres dengan parutan kentang

Cara mengatasi bayi demam setelah imunisasi selanjutnya adalah dengan mengompres dengan parutan kentang. Cara ini umum dipraktekkan untuk anak-anak berusia balita. Kenapa Kentang ??? Karena kentang memiliki kandungan senyawa aktif yang bisa membantu menurunkan suhu tubuh. Untuk itu, bunda bisa memanfaatkannya sebagai bahan alami penurun panas. Cara penggunaannya sangat mudah, pertama sediakan dulu satu buah kentang. Cuci bersih hingga kotorannya hilang. Lalu kupas kulitnya, potong kecil-kecil dan haluskan dengan blender. Setelah itu, bunda bisa memasukkan parutan kentang tersebut ke dalam kaus kaki, kemudian mengenakannya pada telapak kaki buah hati bunda. Biasanya metode ini bisa menurunkan suhu tubuh hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja.

7. Metakkan bayi di ruangan sejuk

Tips selanjutnya untuk mengatasi bayi demam setelah imunisasi yakni meletakkannya di ruangan yang sejuk. Usahakan ruangan tersebut tidak terlalu tertutup, celah ventilasinya juga cukup. Namun hindari dulu ruangan ber-AC atau adanya kipas angin. Kedua alat tersebut memang bisa menurunkan suhu ruangan, tapi efeknya bagi bayi justru tidak sehat. Sebagaimana dikemukakan dalam beberapa studi, bayi yang terlalu sering tidur dalam ruangan ber-AC atau ruangan dengan kipas angin, maka bayinya cenderung mengalami gangguan kesehatan. Misalnya saja, gangguan pada paru-paru (pneumonia), sesak nafas, batuk dan juga demam.

8. Berendam dengan air hangat

Selain mengompres dahinya dengan air hangat, bunda juga boleh memandikan bayi dengan air hangat guna mempercepat proses kesembuhan demam. Mandi dengan air hangat tidak dilarang untuk bayi. Justru tindakan ini akan membuat tubuh bayi menjadi lebih rileks dan nyaman. Menurut beberapa pakar medis pun juga telah mengatakan bahwa larangan mandi setelah imunisasi hanyalah mitos belaka. Bayi diperbolehkan mandi, asalkan menggunakan air hangat atau ruam-ruam kuku. Namun jika bunda tetap ragu, bunda cukup membasuh tubuhnya dengan handuk hangat, dan tidak perlu berendam. Cara tersebut juga bisa membantu menurunkan demam pada bayi.

9. Hindarkan bayi dari aktivitas berlebihan

Seiring bertambahnya usia, biasanya tingkat keaktifan bayi akan semakin meningkat. Hal ini tentu menjadi kemajuan yang positif bagi perkembangannya. Namun bila bayi sedang mengalami demam, sebaiknya batasi aktivitasnya. Jangan sampai bayi merasa kelelahan. Bunda juga jangan membawa bayi berpergian untuk sementara waktu. Biarkan ia beristirahat dengan begitu tubuhnya bisa lebih fit, dan proses penyembuhan demam pun bisa lebih lama.

10. Menambah waktu istirahat

Berkaitan dengan poin sebelumnya, saat bayi sakit sebaiknya batasi aktivitasnya dan tingkatkan waktu istirahatnya. Bunda bisa mengendongnya serambi memberikan ASI agar bayi cepat tertidur. Letakkan ia di ruangan yang nyaman dan pakaian yang tidak terlalu tebal sehingga bayi tidak rewel berlebihan. Perlu bunda ketahui bahwa memperbanyak berisitirahat bisa membantu rileksasi otot-otot tubuh serta mengoptimalkan kinerja sistem imun dalam melawan kuman, sehingga demam pun cepat turun. Sebaliknya jika anak terlalu banyak aktivitas maka suhu tubuh yang dikeluarkan cenderung tinggi sehingga demamnya akan sulit turun.

Catatan:

- ⚡Jika cara-cara diatas sudah bunda praktekkan namun belum bisa menurunkan suhu tubuh bayi, maka pilihan terakhir adalah membawanya berobat ke dokter. Umumnya tindakan ini dilakukan jika suhu tubuh bayi telah mencapai 38oC hingga 40oC. Nantinya dokter akan memberikan obat penurun panas (seperti paracetamol) yang aman bagi bayi dengan dosis yang tepat.

- ⚡Tanggaplah jika bayi menunjukkan reaksi  berlebihan terhadap pemberian imunisasi. Biasanya meraka akan mengalami gejala seperti muntah, sesak nafas, denyut jantung tak beraturan, muncul ruam kemerahan di kulitnya, pucat, rewel berlebihan, tidak nafsu makan, bahkan hingga hilangnya kesadaran. Kondisi ini sangat berbahaya dan jika sampai terjadi maka cepatlah membawa bayi ke rumah sakit atau dokter.

- ⚡Hal yang tidak kalah penting juga. Ketika bunda hendak melakukan imunisasi, perhatikan kondisi kesehatan si Kecil.  Sebaiknya hindari dulu melakukan imunisasi saat bayi sedang sakit, atau konsultasikan hal tersebut pada bidan atau dokter anak bunda terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
Hamil
Bidanku
Read More

INFEKSI SALURAN KENCING (ISK) pada ANAK



INFEKSI SALURAN KENCING (ISK) pada ANAK



Gangguan buang air kecil pada anak, yang lazim terjadi adalah infeksi saluran kencing/kemih (ISK).

 √ Gejala awal anak terserang ISK yaitu

1. Sering pipis tapi urine-nya sedikit
2. Anak tampak kesakitan atau rewel saat kencing
3. Warna urine yang keruh

Penyebab ISK antara lain adalah

1. Seringnya menahan kencing
2. Popok yang terlalu kotor dan jarang diganti
3. Pada anak laki-laki, fimosis meningkatkan risiko infeksi(Fimosis adalah kondisi dimana preputium/kulup pada penis yang terlalu sempit sehingga tidak bisa ditarik ke belakang).
4. Gangguan frekuensi juga cukup sering ditemukan, pada saat lahir bayi berkemih karena refleks.

√ Beberapa tips yang bisa dilakukan agar anak terhindar dari ISK antara lain:

1. Banyak Minum air Putih.

Pastikan anak tidak kurang minum air putih. Hal itu dapat menyebabkan bahaya untuk anak, karena kekurangan cairan akan menghambat pengeluaran air seni.

2. Mengganti popok lebih sering

Saat popok sudah penuh namun terlalu lama tidak diganti dapat meningkatkan jumlah bakteri bersarang di saluran kemih.

3. Jangan Menahan Kencing.

Mengajarkan pada anak untuk tidak menahan kencing, dan segera pergi ke kamar mandi jika terasa ingin kencing. Urin yang terjebak di kandung kemih terlalu lama akan menjadi sarang yang baik untuk bakteri penyebab ISK tumbuh.

4. Menjaga sanitasi organ genital.

Baik anak laki-laki maupun perempuan, biasakan untuk cebok dari arah depan ke belakang agar bakteri dari anus tidak terbawa ke organ genital.

5. Kateteritasi yang tepat.

Jika anak perlu dikateter, perlu penerapan kateter yang benar, bagaimana posisinya, cara pemasangan dan lamanya kateter terpasang agar tidak sampai melukai saluran kemih dan menyebabkan infeksi.

6. Menghindari penggunaan sabun pada kelamin.

Sabun dapat menyebabkan iritasi pada organ kelamin karena area tersebut lebih sensitif. Jika iritasi terjadi maka bakteri dan jamur akan lebih mudah menyerang dan menyebabkan infeksi saluran kemih.

7. Menggunakan pakaian dalam katun.

Baik anak laki-laki maupun perempuan sebaiknya diberikan pakaian dan pakaian dalam yang berbahan katun. Kain dengan bahan nilon akan memperbesar peluang bakteri untuk berkembang biak.

Saat anak sudah terlanjur mengalami infeksi saluran kemih, orang tua harus membawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
Dokteranak
Nakita

Read More

VASEKTOMI (Kontrasepsi mantap pada pria)




VASEKTOMI
(Kontrasepsi mantap pada pria)



Selama ini KB yang kita tau kebanyakan adalah untuk wanita. Minimnya informasi tentang KB untuk pria, sehingga berdampak pula jumlah akseptor KB untuk pria juga tidak banyak dibanding dengan wanita. Umumnya, KB yang kita tau untuk pria ada kondom, padahal ada  KB pria yang bisa jadi pilihan lain yaitu Vasektomi.

Vasektomi adalah prosedur medis untuk menghentikan aliran sperma pria dengan jalan melakukan okulasi (penutupan) vasa deferensia atau saluran sperma sehingga alur transportasi sperma terputus. Disebut juga dengan kontrasepsi mantap (Kontap) pada pria.


1. Definisi Vasektomi

Vasektomi berasal dari bahasa latin yang terdiri dari dua kata yaitu Vasa yang berarti saluran dan Tomy  yang berarti memotong, Dengan kata lain vasektomi adalah prosedur medis untuk menghentikan aliran sperma pria dengan jalan melakukan okulasi (penutupan) vasa deferensia atau saluran sperma sehingga alur transportasi sperma terputus . Dengan tidak adanya sperma yang dikelaurkan, maka proses fertilisasi (penyatuan sperma dengan ovum) tidak dapat terjadi.

Pada kondisi normal, sperma diproduksi di dalam testis. Pada saat ejakulasi, sperma akan mengalir melalui 2 buah saluran berbentuk pipa (vas deferens), kemudian bercampur dengan cairan semen (cairan pembawa sperma), dan akhirnya keluar melalui penis. Saluran (vas deferens) tersebut dipotong dan kedua ujungnya diikat, sehingga sperma tidak dapat mengalir dan bercampur dengan cairan semen. Vasektomi ini merupakan prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena efek yang ditimbulkannya bersifat permanen.

2. Metode Vasektomi

 Beberapa macam metode penutupan vas deferens, antara lain dengan cara:

a. Menjepit saluran vas deferens dengan klip (jepitan) dari tantalum.
b. Mengkauter kedua ujung saluran vas deferens
c. Menyuntik saluran vas deferens dengan sclerotizing agent sehingga menjadi buntu
d. Menutup saluran vas deferens dengan tutup semacam jarum
e. Mengikat saluran vas deferens
f. Kombinasi antara dua metode sebelumnya, misalnya mengikat dan kauterisasi

3. Keuntungan dari Vasektomi

a. Perlindungan terhadap terjadinya kehamilan sangat tinggi
b. Tidak akan mengganggu ereksi, potensi seksual, produksi hormon
c. Tidak menggangu kehidupan seksual suami istri
d. Lebih efektif (tingkat kegagalannya sangat kecil)
e. Lebih ekonomis (hanya memerlukan biaya untuk sekali tindakan)
d. Kalau Pasien tidak perlu dirawat di rumah sakit
e. Tidak ada resiko kesehatan
f. Tidak ada mortalitas/kematian
g. Dapat digunakan seumur hidup
h. Sifatnya permanen

4. Kerugian dari Vasektomi

a. Prosedur ini tidak dapat dilakukan oleh orang yang masih ingin mempunyai anak lagi.
b. Hanya boleh diterapkan pada pasangan yang memang memutuskan untuk tidak ingin memiliki momongan lagi.
c. Preosedur ini harus dilakukan dengan tindakan pembedahan.
d. Tidak langsung bisa diandalkan, karena harus menggunakan kontrasepsi lain (kondom) dalam kurun waktu beberapa hari atau minggu setelah prosedur sampai dinyatakan bahwa sel sperma sudah tidak ada.

5. Efek Samping Vasektomi

Pada kebanyakan pria tindakan vasektomi tidak menimbulkan efek samping dan sangat jarang menimbulkan komplikasi yang serius. Meskipun demikian masih ada kemungkinan terjadi beberapa efek samping yang timbul pasca tindakan operasi yaitu:

a. Kalau Adanya darah di dalam air mani
b. Memar pada skrotum
c. Perdarahan atau bekuan darah pada skrotum
d. Infeksi pasca operasi
e. Pembengkakan
f. Perasaan tidak nyaman

6. Tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek samping yang timbul pasca operasi

a. Skrotum sebaiknya di kompres dengan air es pada waktu 24 jam setelah operasi
b. Gunakan celana yang memiliki penyangga agar tidak menimbulkan gesekan langsung pada skrotum.
c. Jika pembengkakan skrotum diikuti dengan skrotum yang menjadi merah meradang kemungkinan sudah terjadi infeksi pada daerah skrotum.

7. Syarat yang harus dipenuhi ketika hendak Vasektomi

a. Harus dilakukan secara sukarela
b. Harus mendapat persetujuan istri
c. Memiliki Jumlah anak yang cukup minimal dua orang, dan anak paling kecil harus sudah berumur diatas dua tahun
d. Mengetahui akibat tindakan vasektomi.
e. Memiliki umur yang tidak kurang dari 30 tahun.
f. Memiliki istri dengan umur yang tidak kurang dari 20 tahun dan tidak lebih dari 45 tahun

Resiko terbesar dalam melakukan vasektomi adalah ketika pasien mengalami perubahan pikiran dan ingin memiliki anak lagi. Meskipun proses vasektomi bisa dibalikkan, tetapi tidak ada jaminan bahwa vas deferens akan bekerja seperti sebelumnya, dan pembalikan proses vasektomi ini memerlukan prosedur operasi yang lebih rumit, lebih mahal dan tentunya tidak efektif.

Sebaiknya, sebelum memutuskan untuk melakukan melakukan vasektomi harus dipikirkan dengan matang dan mantap terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat 

Bidan Oveeta_29
Alodokter
Mediskus

Read More

HAMIL di USIA KURANG DARI 20 TAHUN, apa resikonya


HAMIL di USIA KURANG DARI 20 TAHUN, apa resikonya??

Dimasyarakat kita, menikah di usia dini sangatlah lumrah terjadi. Umur belasan menikah, bukanlah suatu hal yang membuat kita ternganga. Entah itu karena keinginan orangtua, ataupun murni karena mereka ingin menikah atas kemauan sendiri.

Masih adanya anggapan bahwa segera menikah lebih baik, mumpung ada yang mau. Adanya ketakutan-ketakutan orangtua kalau anak gadisnya tidak laku. Atau alasan klasikal ingin segera menimang cucu. Itulah beberapa alasan yang sering diungkapkan. Belum lagi karena imbas dari pergaulan bebas, yang akhirnya memaksa mereka untuk menikah di usia belia.

Tapi, apakah kita tau resiko - resiko yang terjadi bila hamil di usia kurang dari 20 tahun???

√√ Berikut beberapa bahaya yang mengancam bila wanita menikah dan hamil di usia muda (sebelum 20 tahun)

a.  Keguguran

Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. misalnya : karena terkejut, cemas, stres. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.

b. Persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.

Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksi
terutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. Cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, pengetahuan akan asupan gizi rendah, pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang, keadaan psikologi ibu kurang stabil. Selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal, seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.

Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang, sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan cacat bawaan.

c. Mudah terjadi infeksi.

Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.

d. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi.

Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. Karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Penambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis.

e.  Keracunan Kehamilan (Gestosis).

Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.

f.  Kematian ibu yang tinggi.

Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan, preeklamsi dan infeksi.

√√ Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain:

a. Resiko bagi ibunya :

(1) Mengalami perdarahan.

Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.

(2) Kemungkinan keguguran / abortus.

Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja, baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.

(3) Persalinan yang lama dan sulit.

Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. Penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul, kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salah.

b. Dari bayinya :

(1) Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.

Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.

(2) Berat badan lahir rendah (BBLR).

Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.500 gram. Kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil, umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. Dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.

(3) Cacat bawaan.

Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kelainan genetik dan kromosom, infeksi, virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.

(4) Kematian bayi. Kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal. Hal itu bisa disebabkan karena berat badan kurang dari 2.500 gram, kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari), kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.(Manuaba,1998). 

Baca:


Semoga bermanfaat

Bidan Oveeta_29
Bhebhesalimah
Health

Read More

NORMALKAH KENCING ANAK KITA???






NORMALKAH KENCING ANAK KITA

Sebelum menilai normal atau tidaknya kencing anak kita, ada baiknya kita mengetahui dulu sistem perkemihan. Taukah Bunda, saluran kencing pada manusia terbentuk ketika usia kehamilan 7 minggu?

Ketika kita bicara masalah perkemihan, organ utama dalam sistem tersebut adalah ginjal. Fungsi ginjal adalah sebagai penyaring dari zat-zat sisa yang dihasilkan oleh metabolisme dalam tubuh. Fungsi penyaring ini pada saat lahir belum sempurna, namun berkembang terus sehingga fungsinya akan sama dengan ginjal dewasa pada saat anak berusia 2 tahun.

Di usia 2 tahun pula, si kecil sudah dapat merasakan keinginan untuk buang air kecil dan mulai kencing di toilet. Tetapi, pada umumnya kemampuan untuk tidak mengompol pada anak saat tidur, baru bisa didapat ketika anak berusia 3 tahun.

 💧 Hal-hal yang harus dilakukan untuk menilai kencing anak kita normal atau tidak yaitu

1. PANTAU LEWAT WARNA

Untuk mengetahui adanya gangguan berkemih, paling awal adalah dengan melihat warnanya.
Warna urine yang normal/sehat pada anak sama seperti pada orang dewasa, yaitu berwarna kekuningan jernih.

Tingkat warna kekuningan pada urine dipengaruhi jumlah cairan yang dikonsumsi. Ada pun derajat warna urine yang baik dapat dilihat dari urinee chart seperti berikut:

- Derajat warna urine dan jumlah urine menggambarkan kondisi hidrasi pada anak. Dapat pula menunjukkan adanya gangguan pada fungsi hati atau empedu, misalnya pada hepatitis.
a. Jika berwarna kuning pekat atau seperti warna teh, artinya tubuh kekurangan cairan.
Warna urine yang kuning cokelat bisa disebabkan kurang cairan pada anak.

b. Bila urine berwarna merah atau merah cokelat dapat berarti anak dalam kondisi dehidrasi berat atau  terdapat gangguan pada ginjal. Sedangkan warna merah pada urine dapat disebabkan oleh darah di urine.

Faktor makanan yang dikonsumsi juga dapat memberikan warna kemerahan pada urine, misalnya setelah anak mengonsumsi buah naga merah atau bit merah.

Kondisi ini tentu tidak perlu dikhawatirkan. Beberapa jenis obat juga dapat memberikan warna urine yang kemerahan atau oranye terang. Contoh, rifampicin pada pengobatan tuberculosis (TBC).

c. Jika warna urine putih seperti susu atau keruh, hal ini berarti terdapat infeksi pada saluran kemih anak.
Segera konsultasi dengan dokter dan lakukan pemeriksaan penunjang seperti urinealisa serta USG ginjal dan kandung kemih.

d. Kalau warna kebiruan pada urine dapat disebabkan oleh pewarna pada makanan, suplemen, konsumsi obat-obatan  seperti amitriptyline, indomethacin dan propofol.
Atau dapat disebabkan oleh suatu  kelainan bawaan yang sangat jarang, berupa hiperkalsemia yang diturunkan. Selain itu, warna biru kehijauan dapat disebabkan oleh adanya infeksi oleh bakteri pseudomonas.

2. PANTAU FREKUENSI DAN VOLUME

Sebenarnya Frekuensi berkemih bervariasi tergantung usia dan perkembangan kapasitas kandung kemih. Frekuensi berkemih berubah dari 5 sampai 2 kali per 4 jam saat anak tumbuh dari usia 3 bulan hingga ke 3 tahun.

√ √ Kapasitas kandung kemih pada anak dapat diperkirakan dengan rumus  (usia +2) x 30. Misalnya usia 5 tahun berarti kapasitas buli di kandung kemih: (5+2)x 30 = 210 cc.

√√ Ada juga hitungan yang lebih sederhana, yaitu 1-2 cc/kgBB/jam. Jadi kalau seorang anak beratnya 20 kg, maka per jam, urine yang keluar adalah 20-40 cc karena jumlah inilah yang menjadi kapasitas kantung kencing.

Setiap anak yang minumnya normal, biasanya akan kebelet pipis setiap jam sekali.

Bila frekuesi BAK kurang, berarti kantung kencing tidak penuh sehingga anak tidak kebelet pipit. Kemungkinan besar anak kurang minum. Bisa kita perhatikan, semakin anak kurang minum, warna urinennya pasti akan semakin pekat.

Sebaliknya, keadaan bisa berbalik. Frekuensi berkemih si kecil berlebihan. Frekuensi kencing yang berlebihan dapat disebabkan :

- konsumsi cairan yang banyak
- udara dingin
- kondisi psikologis sedang stres atau gugup (misalnya sedang mau ujian).

 Hal ini tidak menjadi masalah apabila kencingnya sering, namun jumlah urinenya banyak/normal setiap kencing.

Namun apabila frekuensi kencing sering, bahkan berlebihan, namun yang keluar hanya sedikit (istilah-nya “icrit-icrit”), bisa jadi ada infeksi di saluran kemih atau karena kandung kemih yang terlalu sensitif.

Jika bunda mengetahui tanda-tanda tersebut, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Jadi selain frekuensi, warna, maka volume urine si kecil pun harus Ibu pantau. Sekali lagi, apabila kencing sering dan keluarnya sedikit saja per episode kencingnya, maka ini berarti ada masalah.

Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
Alodokter
Nakita
Read More