Tampilkan postingan dengan label IBU HAMIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBU HAMIL. Tampilkan semua postingan

13 AKIBAT KOSMETIK BERBAHAYA bagi IBU HAMIL


13 AKIBAT KOSMETIK BERBAHAYA bagi IBU HAMIL

Apakah saat ini Bunda sedang hamil?
Apa yang Bunda rasakan?
Saat hamil, bawaannya memang berbeda-beda setiap wanita. Ada ibu hamil yang tiba-tiba malas, ogah melakukan apapun. Pengennya tidur terus. Jangankan mandi, cuci mukapun berat dikerjakan. Berdandanpun tidak pernah dilakukan.
Namun meskipun demikian, banyak juga wanita yang ketika hamil malah semakin rajin. Pengennya bersih-bersih rumah, gemar memasak,dll. Secara penampilan, ingin selalu terlihat cantik. Gak mau kucel, kemanapun bawa parfum, sering banget ke salon, doyan berdandan pula. Untuk puaskan rasa cantik, semua kosmetik dibeli demi dapatkan penampilan yang menawan.
Ketika hamil, sah-sah saja jika ingin bersolek. Tetapi perlu diperhatikan, bijaklah dalam memilih kosmetik yang hendak Bunda gunakan. Jangan sampai produk yang digunakan sampai mengganggu kesehatan janin dalam rahim.
Meskipun pemakaian kosmetik berada di luar, tetap saja zat kimia yang ada di dalamnya dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan akhirnya masuk ke pori-pori. Bahan yang masuk tersebut bisa terserap ke dalam placenta sehingga mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Lalu, apa saja bahaya yang bisa ditimbulkan jika tetap menggunakan kosmetik dengan bahan kimia berbahaya?
Bahaya yang bisa ditimbulkan diantara adalah
1. Cacat ketika lahir
Kandungan retinoid yang ada di dalam bahan kosmetik seperti obat jerawat bisa mengakibatkan bayi yang dimiliki ibu hamil mengalami kecacatan ketika dilahirkan. Kecacatan yang bisa terjadi diantaranya:
- jari dempet atau berdempetan
- memiliki jumlah jari yang kurang
- memiliki jumlah jari yang berlebih
- mata juling
2. Perkembangan janin terganggu
Kandungan retinoid dalam kosmetik juga mengganggu perkembangan janin. Perkembangan dan pertumbuhan janin tidak sesuai dengan umur kehamilan yang semestinya.
3. Keracunan janin
Aroma parfum yang terlalu menyengat juga berbahaya. Sebab bisa masuk ke dalam tubuh, saat masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan keracunan janin.
4. Kematian bayi
Bahan loga, merkuri dan hydroquinone dalam kosmetik bisa sampai menyebabkan kematian bayi. Baik itu mati di dalam kandungan, maupun bayi yang baru saja dilahirkan.
5. Kanker
Terlalu lama terpapar dengan bahan kosmetik yang berbahaya bisa timbulkan kanker. Kanker yang sering timbul yaitu kanker kulit.
6. Bibir sumbing
Menggunakan kosmetik yang berbahaya dapat menyebabkan bayi terkena bibir sumbing. Meski tidak semua bibir sumbing disebabkan karena kosmetik.
7. Mengganggu pertumbuhan sel syaraf
Bahaya kosmetik bagi ibu hamil bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan sel syaraf dalam otak janin. Sehingga dapat melahirkan bayi ideot.
8. Kelainan jantung
Zat kimia yang ada dalam kosmetik bisa menyebabkan gangguan oegan seperti kelainan jantung.
9. Kelainan paru-paru
Kandungan kosmetik berbahaya seperti BHA dan juga retinoid bisa menyebabkan kelainan paru-paru.
10. Alergi
Janin yang ada di dalam kandungan bisa terkena alergi akibat kosmetik berbahaya. Hal itu dikarenakan kulit janin masih sangat sensitif.
11. Gangguan reproduksi
Bahan kimia yang berbahaya bisa menyebabkan janin yang ada di dalam kandungan ibu. Yaitu terganggunya organ reproduksi si janin.
12. Keguguran
Keguguran bisa disebabkan karena bahan kimia yang berbahaya dari kandungan kosmetik.
13. Komplikasi kehamilan
Kandungan BHA yang ada di dalam produk kosmetik dapat menyebabkan kompikasi pada kehamilan, seperti pre eklamsia.
Itulah 13 bahaya yang bisa terjadi jika ibu hamil tetap menggunakan kosmetik dengan komposisi zat kimia berbahaya. Untuk itu berhati hatilah Bunda dalam penggunaan kosmetik ketika hamil.
Semoga bermanfaat 😉
Bidan Oveeta_29
BNBN
Read More

BAHAYAKAH PERAWATAN RAMBUT KETIKA HAMIL????


BAHAYAKAH PERAWATAN RAMBUT KETIKA HAMIL????

   Minggu pagi, ketika car free day di alun-alun kota. Dari banyaknya kerumunan orang-orang, ada seorang wanita yang berhasil membius mata saya. Tatapan saya dibawa fokus kepadanya. Warna rambut yang pinkki, lurus, terkesan di smoothing karena tampak halus dan lembut dari radius kurang lebih 2 meteran.
Pandangan saya tergelitik, ada yang lain dengan wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut sedang hamil, dan menurut perkiraan kasat mata saya umur kehamilannya sekitar 8 bulan.
Kita tahu, bagi kaum hawa memperindah rambut dan menciptakan style baru, bagi sebagian pengakunya mampu meningkatkan kepercayaan diri. Sosok wanita sangat menyukai keindahan. Dan selalu ingin tampil cantik dalam keadaan hamil sekalipun. Tetapi, sebenarnya bagi wanita hamil boleh gak ya melakukan perawatan rambut???
 Cat Rambut
Hal-hal yang bisa dialami wanita hamil ketika memakai cat rambut:
1. Memicu pusing dan mual karena aroma menyengat dari cat rambut itu sendiri
2. Zat kimia yang ada dalam cat rambut dapat meresap ke dalam kulit kepala kemudian masuk dalam aliran darah. Hal ini bisa memberikan efek negatif pada janin.
3. Alergi cat rambut. Beberapa kandungan kimia dalam cat rambut seperti parafelendiamina(PPD) bisa mendatangkan alergi. Seperti: merah pada kulit kepala, melepuh, dermatitis, demam, mual, bengkak pada mata.
4. Memicu kanker. Dalam jangka panjang karena kandungan zat kimia berbahaya yang ada dalam cat rambut, seperti para-fenilendiamina (PPD) atau coal-tar, kalau timbal asetat, dan amina sekunder disinyalir dapat memicu terkadinya kanker.
Jenis kanker yang sering ditimbulkan adalah
- kanker kandung kemih
- kanker payudara
- kanker darah
- leukimia
- limfoma non hodgkin(kanker yang menyerang sistem limfatik)
5. Terganggunya kesehatan rambut (kering,kasar,kusam,rontok).
Namun demikian, tinjauan atas berbagai jenis studi yang dimuat dalam jurnal Cancer Causes and Control sendiri menyimpulkan tidak adanya hubungan langsung antara penggunaan cat rambut secara individual dengan kanker kandung kemih.
 Hal-hal yang harus diperhatikan jika ibu hamil tetap ingin melakukan cat rambut adalah
1. Hindari trimester 1 (0-12 minggu)
Jika tidak mendesak, sebaiknya hindari mewarnai rambut saat hamil trimester awal. Masa ini adalah merupakan masa sensitif dimana janin masih sangat rentan terhadap pengaruh dari luar. Cat rambut yang mengenai kulit kepala dapat masuk ke pori-pori dan ikut aliran darah di dalam tubuh. Walaupun jumlah zat kimia yang diserap sangat sedikit dan tidak cukup banyak menciderai janin. Tetapi bahan kimia tersebut dapat terlacak pada air kencing.
2. Gunakan cat rambut berbahan alami atau rendah amoniak
Sebaiknya bila Bunda hamil dan ingin mewarnai rambut, gunakanlah cat rambut yang berbahan alami seperti Henna. Yaitu cat rambut yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
3. Sarung tangan dan ventilasi udara (bila melakukan sendiri)
Gunakanlah sarung tangan untuk menghindari kontak langsung dengan bahan kimia pewarna rambut. Bukalah jendela selagi mengecat rambut agar sirkulasi udara lebih baik. Bau cat pewarna rambut yang keras dapat menambah rasa mual dan pusing.
4. Hindarilah kontak dengan kulit kepala
Highlight rambut lebih disarankan dibandingkan dengan mewarnai seluruh rambut, saat hamil. Hal ini dikarenakan area yang terpapar pewarna lebih sedikit dan berada 1-2 cm diatas kulit kepala. Dengan demikian, kontak langsung dengan kulit kepala selama proses pengecatan dapat dihindari.
5. Jangan terlalu sering melakukan cat rambut
Jadi, walaupun mewarnai rambut saat hamil boleh. Bunda tetap harus berhati-hati dalam melakukannya. Dan fikirlah matang-matang sebelum melakukannya.
Semoga bermanfaat 
Bidan Oveeta_29
BNBG
Read More

BUAH - BUAHAN YANG HARUS DIHINDARI SELAMA KEHAMILAN.



BUAH - BUAHAN YANG HARUS DIHINDARI SELAMA KEHAMILAN.



Ada ibu hamil yang periksa ke Puskemas tempat saya bekerja. Kebetulan pada saat itu saya yang piket pagi di poli KIA( Kesehatan Ibu dan Anak).

" Bubid, kenapa ya perut saya terasa panas, kemudian gatal-gatal juga disekitar perut?".
" Bunda kalau boleh tau, kemaren makan apa saja? ".
" Seingat saya, setelah makan nanas perut saya mendadak panas dan mules, selang 1 jam perut saya juga gatal".

Dalam kondisi hamil, tak jarang kita ingin makan makanan yang segar-segar. Buah misalnya. Namun, apakah Bunda tau meski buah mengandung vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh bagi ibu hamil justru malah tidak boleh dikonsumsi??

Ya, ada beberapa jenis buah yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi ibu hamil. Diantaranya adalah

1. Durian

Durian mengandung banyak alkohol. Jika terlalu banyak alkohol yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil, akibatnya perut menjadi panas. Akibatnya janin bisa mengalami keguguran.

2. Nanas

Rasa asam dari nanas mungkin membuat ibu hamil muda ingin merasakan cita rasa dari buah ini. Akan tetapi dalam dunia medis, ibu hamil tidak diperbolehkan makan buah ini. Apalagi kalau nanas muda. Mengapa?

- Nanas mengandung zat bernama BROMELAIN. Zat ini membuat leher rahim menjadi lunak sehingga tidak bisa menampung janin yang semakin lama semakin besar. Akibatnya bisa terjadi keguguran.
- Nanas mengandung alkohol yang menyebabkan rasa panas di perut.
- Nanas memiliki rasa gatal, jika ibu hamil mengonsumsinya bisa menyebabkan rasa gatal juga di bagian perut.

3. Pepaya muda

Pepaya sangat baik untuk ibu hamil, karena efeknya yang bisa membantu melancarkan pencernaan. Yang tidak boleh adalah pepaya mentah dan pepaya setengah matang. Mengapa?

- Getah pada pepaya muda membuat ibu hamil akan mengalami Kontraksi sehingga bayi akan lahir prematur.
- Getah pepaya membuat rasa gatal pada ibu hamil dan janin.
- Getah pepaya membuat placenta menjadi lengket.

4. Buah yang dikalengkan

Selain tidak segar, buah yang dikalengkan banyak mengandung bahan pengawet.

5. Buah yang tidak dicuci

Penggunaan pestisida oleh petani untuk mengusir hama, akan berbahaya untuk ibu hamil jika ketika mengonsumsi tidak dicuci terlebih dahulu. Selain mengandung kuman dan bakteri, pestisida yang menempel juga akan ikut kemakan.

6. Anggur

Siapa yang tidak tau anggur, pasti taulah ya. Tetapi untuk ibu hamil, hal yang harus diperhatikan ialah

- Anggur memiliki kandungan gula yang banyak sehingga dapat mempercepat kenaikan berat janin
-  Kandungan gula dalam buah anggur mudah menjadi fermentasi, sedangkan fermentasi sangat tidak baik untuk bumil karena di dalamnya mengandung alkohol.
- Alkohol pada buah anggur akan menyebabkan suhu di dalam rahim ibu meningkat secara tajam, akibatnya perut menjadi panas dan janin tidak mampu bertahan.

7. Cempedak

Cempedak seperti buah nangka. Dapat menyebabkan kontraksi dini, karena buah ini banyak mengandung gas.

8. Buah kepel

Buah kepel memiliki bentuk seperti sawo dan kiwi. Baunya harum dan tekstur buahnya lembut. Rasanya manis. Ibu hamil tidak boleh makan buah ini karena dapat mengakibatkan keputihan yang berlebih.

9. Buah nangka

Kandungan gas yang ada dibuah nangka mengakibatkan perut terasa kembung /bengah. Dan alkohol pada nangka menyebabkan perut panas. Tentunya hal itu akan memberikan rasa tidak nyaman bagi ibu hamil.

Kita tidak pernah tau, bagaimana kemampuan tubuh dalam mengolah reaksi yang bisa saja timbul dari buah-buah tersebut. Dalam keadaan hamil, berhati hati sangat dianjurkan. Daripada nantinya menyesal kemudian. Sebab semua yang dilakukan semata mata demi kesehatan ibu dan janin.

Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
BNBN
Read More

HAMIL di USIA KURANG DARI 20 TAHUN, apa resikonya


HAMIL di USIA KURANG DARI 20 TAHUN, apa resikonya??

Dimasyarakat kita, menikah di usia dini sangatlah lumrah terjadi. Umur belasan menikah, bukanlah suatu hal yang membuat kita ternganga. Entah itu karena keinginan orangtua, ataupun murni karena mereka ingin menikah atas kemauan sendiri.

Masih adanya anggapan bahwa segera menikah lebih baik, mumpung ada yang mau. Adanya ketakutan-ketakutan orangtua kalau anak gadisnya tidak laku. Atau alasan klasikal ingin segera menimang cucu. Itulah beberapa alasan yang sering diungkapkan. Belum lagi karena imbas dari pergaulan bebas, yang akhirnya memaksa mereka untuk menikah di usia belia.

Tapi, apakah kita tau resiko - resiko yang terjadi bila hamil di usia kurang dari 20 tahun???

√√ Berikut beberapa bahaya yang mengancam bila wanita menikah dan hamil di usia muda (sebelum 20 tahun)

a.  Keguguran

Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. misalnya : karena terkejut, cemas, stres. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.

b. Persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.

Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksi
terutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. Cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, pengetahuan akan asupan gizi rendah, pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang, keadaan psikologi ibu kurang stabil. Selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal, seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.

Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang, sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan cacat bawaan.

c. Mudah terjadi infeksi.

Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.

d. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi.

Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda. Karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. Penambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis.

e.  Keracunan Kehamilan (Gestosis).

Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.

f.  Kematian ibu yang tinggi.

Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan, preeklamsi dan infeksi.

√√ Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain:

a. Resiko bagi ibunya :

(1) Mengalami perdarahan.

Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.

(2) Kemungkinan keguguran / abortus.

Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja, baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.

(3) Persalinan yang lama dan sulit.

Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. Penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul, kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salah.

b. Dari bayinya :

(1) Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.

Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.

(2) Berat badan lahir rendah (BBLR).

Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.500 gram. Kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil, umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. Dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.

(3) Cacat bawaan.

Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kelainan genetik dan kromosom, infeksi, virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.

(4) Kematian bayi. Kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal. Hal itu bisa disebabkan karena berat badan kurang dari 2.500 gram, kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari), kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.(Manuaba,1998). 

Baca:


Semoga bermanfaat

Bidan Oveeta_29
Bhebhesalimah
Health

Read More

AWAS... OVERDOSIS VITAMIN C !!!




AWAS... OVERDOSIS VITAMIN C !!!

Vitamin C untuk ibu hamil sangatlah penting, karena termasuk suplemen yang dibutuhkan calon ibu selama masa kehamilan. Selain untuk memenuhi kebutuhan ibu, juga kebutuhan bagi janin.

 🍋 Manfaat Vitamin C untuk ibu hamil dan untuk umum diantara adalah

1. Vitamin C yang bersifat antioksidan dapat membantu wanita hamil dalam meningkatkan penyerapan zat besi yang bisa mencegah anemia
2. Mengurangi risiko kelahiran bayi dengan berat badan rendah
3. Kesegaran tubuh wanita hamil akan mudah terjaga.
4. Melindungi dan menjaga kesehatan sel
5. Membentuk kolagen di dalam tulang, tulang rawan, otot, kulit dan pembuluh darah
6. Perbaikan jaringan, penyembuhan luka
7. Melawan penyakit infeksi

 🍋 Bagaimana jika KEKURANGAN Vitamin C selama kehamilan ?

Kekurangan vitamin C pada wanita hamil dapat berakibat buruk yaitu

1. Dapat menyebabkan anemia pada masa kehamilan
2. Mudah lelah
3. Gusi berdarah
4. Bahkan berisiko mengalami preeklampsia/ keracunan kehamilan
5. Melahirkan bayi prematur

🍋 Bagaimana jika KELEBIHAN Vitamin C pada kehamilan???

1. Mengonsumsi Vitamin C dengan dosis tinggi pada awal-awal kehamilan bisa memicu keguguran janin yang dikandungnya akibat adanya tekanan progesteron
2. Mengonsumsi vitamin C dengan dosis yang tinggi jika memiliki penyakit kelebihan zat besi (hemochromatosis). Hal ini disebabkan vitamin C dapat mempercepat penyerapan zat besi ke dalam tubuh.
3. Jika dikonsumsi dalam dosis terlalu tinggi, vitamin C juga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan lain seperti: batu ginjal, insomnia, terjadi penggumpalan darah, dan kerusakan sel darah merah.

🍋 Dosis Vitamin C untuk Ibu Hamil yang dianggap Aman

Wanita hamil dianjurkan mengosumsi vitamin prenatal untuk menutupi nutrisi yang kurang dari menu makan harian, termasuk juga vitamin C. Perempuan hamil yang berusia 18 tahun atau lebih muda akan membutuhkan setidaknya 80 miligram vitamin C per hari, sementara vitamin C untuk ibu hamil yang berusia 19 tahun atau lebih tua membutuhkan 85 miligram per hari.

🍋Tanda dan gejala yang dapat muncul pada overdosis vitamin C, seperti:

1. Lebih sering berkemih.
2. Urine berwarna keruh.
3. Kehilangan nafsu makan.
4. Lelah.
5. Perubahan suasana hati.
6. Sakit kepala.
7. Bibir pecah-pecah.
8. Diare
9. .Konstipasi.
10. Mual.
11. Sakit perut.
12. Nyeri otot, sendi atau melemahnya otot.
13. Sensitif terhadap sinar matahari atau cahaya.
14. Ruam atau gatal
15. Iritasi mata.
16. Detak jantung lebih cepat atau tidak beraturan.

Bila merasakan ada perubahan pada gejala kehamilan atau mengalami gejala-gejala di atas, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Vitamin C untuk ibu hamil diperlukan demi mendukung tumbuh kembang buah hati kita, namun tetap waspadai agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan.


Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
Holistikcare
Alodokter
Health

Read More

SULIT TIDUR SELAMA HAMIL???


SULIT TIDUR SELAMA HAMIL ???



Bertambahnya usia kehamilan, tentu saja akan membawa perubahan - perubahan pada diri bunda. Mulai dari perut yang semakin membesar, gerakan janin yang semakin aktif, rasa tidak enak di ulu hati, dll. Semua kondisi tersebut menyebabkan bunda alami ketidaknyamanan dalam tidur.

Berikut adalah tips-tips yang bisa bunda coba agar ketika tidur merasa nyaman:

1. Mencari posisi tidur yang nyaman

Faktor yang terpenting untuk dapat tidur dengan nyaman adalah menemukan posisi tidur yang terbaik untuk bunda. Posisi tidur terbaik yang dianjurkan selama kehamilan adalah MIRING KIRI. Hal ini dapat membantu mengoptimalkan aliran darah oksigen dan nutrisi ke placenta.

2. Mandi dengan air hangat

Membasuh tubuh dengan air hangat dengan sabun yang wangi. Rasa segar yang didapat akan membuat bunda lebih siap untuk tidur.

3. Menghindari makan yang terlalu banyak saat menjelang tidur

Ketika hamil, tak jarang tiba-tiba bunda ingin makan makanan tertentu di malam hari. Harus diperhatikan bunda, rasa kenyang yang dirasakan hal ini dapat mempengaruhi tidur bunda. Sebisa mungkin, hindarilah makan berat pada malam hari. Gantilah dengan makanan ringan atau susu hangat. Hal ini untuk mengurangi rasa tak enak di ulu hati atau bagian perut yang juga akan mempengaruhi saat tidur bunda.

4. Minum segelas susu hangat

Minum segelas susu hangat sebelum tidur bisa membantu bunda dapatkan tidur yang nyenyak. Sebab, susu mengandung Asam Amino Trytophan yang dapat meningkatkan kadar serotin dalam otak yang sangat membantu bunda agar bisa tidur.

5. Mendengarkan musik

Silahkan bunda mendengarkan musik yang dalat memberikan rasa tenang dan rileks. Pilihlah sesuai keinginan bunda. Musik klasik, religi, ataupun murotal Alquran bagi yang beragama Islam. Dengan merasa tenany dan rileks bunda dapat tidur lebih nyaman.

6. Berhubungan seks

Melakukan hubungan seksul dengan pasangan juga salah satu cara yang baik untuk memberikan rasa rileks dan santai pada diri bunda. Jika memamg tidak ingin berhubungan, mintalah suami untuk memberikan pijatan secara lembut sehingga bunda akan merasa lebih rileks, dan merasakan bahagia karena diperhatikan atau dimanja.

7. Latihan menarik nafas

Latihan menarik nafas dalam yang teratur dapat menolong bunda mengurangi ketegangan otot dan membantu bunda untuk tidur lebih baik. Mencari posisi yang nyaman buat bunda. Misal duduk, berdiri,berbaring,lalu tariklah nafas melalui hidung secara perlahan lalu tahan nafas selama 1-2 detik dan keluarkan nafas melalui mulut secara perlahan. Lakukanlah beberapa kali.

8. Beristirahatlah selagi ada kesempatan

Selalu manfaatkan waktu selagi ada kesempatan untuk beriatirahat. Beberapa tips untuk membantu bunda dapatkan tidur nyaman saat hamil silahkan bunda terapkan. Namun perlu diingat, bahwa gangguan tidur merupakan keluhan umum yang timbul selama kehamilan. Bersabarlah bunda, jadikanlah hal itu salah satu pengalaman indah dalam kehamilan bunda. Karena semua ini akan terbayarkan dengan lahirnya sang buah hati. Dan masa-masa itu suatu saat akan bunda rindukan.

Semoga bermanfaat ??

Oveeta_29
BNBG

Read More

SETELAH PERSALINAN SECAR (SC) , BOLEHKAN SELANJUTNYA BERSALIN NORMAL?




SETELAH PERSALINAN SECAR (SC) , BOLEHKAN SELANJUTNYA BERSALIN NORMAL? 

Ketika kehamilan kedua terjadi, rasa gusar mulai menghampiri. Anggapan-anggapan yang sudah terbentuk, bahwa jika anak pertama dilahirkan secara secar untuk persalinan berikutnya juga akan secar. Begitupula, jika anak pertama bisa lahir normal maka selanjutnya juga akan normal. Benarkah demikian???


Sectio Sesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka perut dan dinding rahim. Tujuan dasar pelahiran adalah memelihara kehidupan atau kesehatan ibu dan anak.

Definisi lain menyatakan,Sectio Sesarea adalah suatu persalinan buatan, dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin diatas 500 gram.

Indikasi dilakukan persalinan secar diantaranya adalah

*  Faktor ibu:

·  Plasenta Previa (letak placenta menutupi jalan lahir)
·  Riwayat obstetric yang jelek (perdarahan, TB <145 cm, dll)
.  Disproporsi sefalopelvik
·  Herpesvirus tipe II (genetalia)
·  Mencangkup panggul yang sempit
·  Riwayat Sectio Sesarea klasik
·  Diabetes (kadang-kadang)

* Faktor Janin:

·   Letak janin yang tidak stabil dan tidak bisa dikoreksi
·  Fetus atau janin yang tumbuhnya terlampau terlalu besar/ adanya ketidakseimbangan  relative antara ukuran bayi dan ukuran fetus
·  Presentasi bokong (kadang-kadang) (mal presentasi) dan malnutrisi
·  Penyakit atau kelainan yang berat pada janin, seperti Eritroblastosis atau retardasi pertumbuhan yang nyata

* Sectio Sesarea emergensi dilakukan untuk :

·  Induksi persalinan yang gagal
·  Kegagalan dalam kemajuan persalinan, dalam kelompok ini termasuk keadaan disproporsi, neoplasma, kontraksi uterus yang tidak efektif, pelvis yang jelek, bayi yang besar dan refleksi kepala bayi.
·  Penyakit fetal atau maternal
·  Diabetes atau pre-eklamsia berat
·  Persalinan macet
·  Prolapsus tuniklili
·  Perdarahan hebat dalam persalinan
·  Tipe tertentu malpresentasi janin dalam persalinan

Jadi, dari uraian diatas banyak hal yang mendasari mengapa harus di SC. Sehingga, dari penyebab-penyebab tersebut masih ada yang kemungkinan untuk anak ke dua bisa normal. Semua itu tergantung dari situasi dan kondisi saat hamill.

* Tingkat keberhasilan melahirkan normal setelah pernah melahirkan Caesar

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengungkapkan bahwa sekitar 60%-80% wanita yang pernah melakukan Caesar bisa melahirkan secara normal pada kehamilan setelahnya.

Dan berdasarkan pengalaman yang ada, peluang keberhasilan persalianan normal akan semakin besar bila alasan persalinan Caesar sebelumnya karena Gagal induksi (79.6%), letak janin sungsang (80.5%), Fetal distress (80.7%), Solusio Plasenta (100%), Plasenta previa (100%). Bukan karena indikasi yang menetap atau berulang, seperti panggul sempit dan riwayat operasi pengangkatan mioma uteri.

Hal ini senada dengan hasil diskusi panel yang diadakan oleh National Institutes of Health, AS, yang menyatakan bahwa wanita memiliki riwayat Caesar tetap bisa melahirkan normal pada kehamilan berikutnya. Selain itu menurut Dr. F. Gary Cunningham, ketua diskusi panel dari University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, tahun 2010, juga menyatakan bahwa persalinan normal dirasa aman-aman saja untuk ibu hamil dengan riwayat Caesar sebelumnya.

Meski demikian, bukan tidak ada resikonya bila sebelumnya SC dan persalianan berikutnya menghendaki normal.

* Resiko melahirkan normal pada kehamilan kedua bila kehamilan pertama melahirkan dengan Caesar

Meskipun beberapa kasus banyak yang berhasil melakukan proses persalinan normal, risiko yang dihadapi oleh ibu hamil yang melakukan persalianan normal sebenarnya juga besar, yaitu
. adanya kemungkinan Rupture Uteri atau robeknya bekas luka operasi sebelumnya yang bisa terjadi kapan saja saat proses persalinan normal.

Kasus Rupture Uteri lebih sering terjadi pada Sayatan Caesar Klasik (5-12%) dibandingkan dengan Sayatan Caesar pada segmen bawah Rahim (0,5-1%). Dan semakin banyak melakukan operasi Caesar sebelumnya, maka risiko Rupture Uteri ini akan bertambah besar. Yaitu bila ibu pernah melakukan persalinan Caesar sebanyak 2 kali sebelumnya, maka risiko Rupture Uteri ini akan meningkat 5 kali lebih besar dibanding dengan ibu yang melakukan Caesar baru satu kali.

Bila terjadi Rupture Uteri ini maka janin, tali pusat, plasenta atau bayi akan keluar dari robekan rahim dan masuk kedalam rongga abdomen (perut). Ini akan membuat perdarahan hebat saat melakukan kelahiran normal karena terbukanya bekas sayatan Caesar sebelumnya, selain itu juga dapat menyebabkan gawat janin, kematian janin bahkan ibu.

Untuk itu saat trimester akhir kehamilan atau saat melakukan persalinan normal, waspadai bila ibu merasakan gejala seperti berikut:

1. Nyeri akut abdomen, yaitu suatu keadaan yang terjadi mendadak dengan gejala utama yang timbul adalah nyeri perut.
2. Saat dilakukan pemeriksaan fisik, teraba bagian janin seperti berada diluar uterus.
3. Penurunan denyut jantung bayi.
4. Perdarahan pervaginam lebih banyak.
5. Sensasi seperti perut akan pecah (popping).

Karena bisa jadi gejala yang ibu rasakan ini merupakan kondisi Rupture Uteri yang diakibatkan oleh bekas operasi Caesar sebelumnya.

Jadi bila Ibu ingin melakukan persalinan normal pada kehamilan kedua dan seterusnya, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Kandungan karena dibutuhkan manajemen khusus pada waktu Antenatal Care (ANC ) selama kehamilan maupun pada waktu persalinan. Agar ibu mengetahui keuntungan dan kerugian (risiko) dari persalinan normal baik bagi si ibu maupun calon bayinya. Dan pastikan saat melakukan persalinan normal ini, ibu dan Dokter sama-sama setuju dengan tindakan ini.

* Jarak waktu yang aman untuk hamil kembali setelah melahirkan secara Caesar

Jarak ideal kehamilan pertama (persalinan Caesar) dengan kehamilan berikutnya adalah 18-24 bulan.

Ada juga yang mengatakan sebaiknya ibu baru hamil kembali setelah lebih dari 2 tahun sejak kehamilan pertama dengan saesar, karena semakin lama proses penyembuhan pasca saesar maka semakin kuat penyembuhan jaringan luka bekas saesar tersebut. Dengan begitu kesempatan untuk ibu melahirkan normal setelah pernah melahirkan saesar dapat dilakukan.

Namun, bagaimana bila jarak kehamilan kurang dari itu? Maka proses melahirkan yang kedua ini sebaiknya juga dilakukan secara saesar, karena kekuatan jaringan rahim belum memadai, dan bila dipaksakan untuk mengejan ketika melahirkan secara normal maka akan meningkatkan risiko terjadinya robekan rahim (Ruptura Uteri).

Apabila ibu pernah menjalani operasi saesar lebih dari dua kali, atau ibu juga memiliki riwayat perlukaan rahim lainnya seperti operasi Mioma Uteri (tumor jinak otot rahim), atau pernah memilki riwayat Rupture Uteri, maka persalinan normal akan sangat berisiko bila dilakukan. Dan Dokter pun akan menolak keinginan ibu hamil untuk melahirkan secara normal.

Namun, bila ini adalah kehamilan ibu yang ketiga, dan ibu hanya sekali melakukan operasi caesar, misalnya saat kehamilan pertama ibu pernah melahirkan normal, namun pada kehamilan kedua ibu melahirkan secara saesar, maka saat kehamilan ketiga ini, ibu masih ada kesempatan untuk bisa melakukan persalinan normal, mengingat ibu sudah pernah berhasil melakukan persalinan normal sebelumnya.

Selain itu, persalinan normal ini harus dilakukan di rumah sakit, karena disana tersedia tenaga medis yang mampu untuk memonitor persalinan dan melakukan tindakan Caesar Emergency bila memang diperlukan dengan segera, terutama bila persalinan ini gagal dilakukan.


Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
Bidanku
Bersamainonk

Read More