Tampilkan postingan dengan label ANAK-ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANAK-ANAK. Tampilkan semua postingan

MASIH MENGOMPOLKAH ANAK KITA?


MASIH MENGOMPOLKAH ANAK KITA?

   lstilah mengompol dalam bahasa medis disebut Enuresis . Mengompol adalah keadaan dimana anak tidak bisa mengendalikan keinginan buang air kecilnya sehingga ia buang air kecil di tempat yang tidak tepat.

Kebanyakan anak- anak di bawah usia empat atau lima tahun tidak dapat menahan kencingnya di sepanjang malam. Sekitar sepuluh persen anak- anak di atas usia lima tahun masih mengompol. Anak- anak di semua umur kadang- kadang mengompol pada malam hari, terutama jika mereka sedang sakit atau jika mereka tidur karena kelelahan - suatu kondisi yang tidak dapat dikatakan sebagai mengompol sejati ( enuresis noktural).

Lima sampai sepuluh persen anak- anak yang suka mengompol menderita fisik, seperti infeksi atau kelainan bentuk saluran kencing, diabetes, atau kelainan syaraf. Jika seorang anak suka mengompol siang dan malam, biasanya mereka menderita penyakit fisik. Anak- anak mungkin menderita suatu penyakit jika mereka tetap mengompol meskipun sudah dilatih setahun atau lebih. Kemungkinan lain yang perlu dipertimbangkan pula adalah kelainan fungsional jika tidak ditemukan kelainan organ.
Dalam beberapa kasus, penyakit ini diturunkan dalam keluarga, dengan orang tua yang juga suka mengompol. Beberapa kasus disebabkan oleh pelatihan yang terlalu dipaksakan oleh orang tua.Kasus lainnya disebabkan oleh usaha orang tua untuk melatih anak agar tidak mengompol dengan membawa si anak keluar dan membangunkannya untuk buang air kecil pada malam hari dengan terburu- buru. Beberapa anak mempunyai masalah emosional. Meskipun demikian, penyebab banyak kasus mengompol tetap belum diketahui.

Diagnosa
Anak- anak yang terus- menerus mengopol setelah berusia lima tahun adalah penderita enuresis, meskipun hal ini masih dianggap normal pada sekitar sepuluh persen anak- anak.
Selanjutnya apa tindakan yang dapat kita lakukan?

1.Sebaiknya kita mencari tahu lebih dulu sebab si kecil suka mengompol. Ini disebabkan kita tidak
    membiasakan si kecil buang air kecil di tempatnya atau konsumsi cairan terlalu berlebihan.
2.Melakukan segala upaya agar anak tidak mengompol, seperti mengajaknya berkemih sebelum tidur
   atau selalu mengingatkannya untuk buang air kecil di toilet.
3.Jika anak masih terus mengompol, jangan menekannya. Sebaliknya, berikan pujian jika dalam satu
   hari si kecil berhasil tidak mengompol.
4.Jangan terlalu cepat melepaskan popok di malam hari hingga anak kita benar- benar sudah tidak
   mengompol lagi.
5.Jangan terlalu cerewet saat melatih anak ( ngomel dan menggerutu ).
6.Jangan membuat malu anak kita ketika mengingatkannya untuk tidak mengompol.
7.Jangan pernah melakukan tindakan dengan tidak memberikan minuman pada anak sejak sore
   hingga malam hari, akan dikatakan kejam dan merupakan hukuman yang tidak semestinya.
8. Buatlah suasana kamar mandi yang menyenangkan. Sebagian anak berusaha menahan keinginan
    buang air kecilnya karena tidak nyaman berada di toilet ( kotor, pesing).
9. Memberikan hadiah jika anak berhasil, dan berikan reaksi yang netral jika anak gagal. Hal itu
   akan memberikan hasil yang lebih baik, dan masalah kita akan terselesaikan dengan sendirinya
   sejalan dengan waktu.
10.Penggunaan alas karet akan sangat membantu hingga kebiasaan mengompol hilang.

 Perawatan dokter
Tindakan medis dapat dilakukan jika anak memang mengalami enuresis yang parah atau disebabkan adanya suatu penyakit atau kelainan saluran kemih. gangguan ini biasanya membutuhkan pemeriksaan secara mendetail, seperti pemeriksaan urin dan USG. Dengan demikian, dokter dapat mengetahui penyebabnya. Sebenarnya, ada pula obat- obatan yang dianjurkan untuk menangani enuresis. Namun, obat- obatan ini tidak diberikan sembarangan dan tidak boleh diberikan dalam jangka waktu yang lama.
Untuk menangani enuresis pada anak, biasanya dokter lebih menyarankan untuk mengonsultasikannya lebih dulu kepada psikolog. Berdasarkan berbagai penelitian di luar negeri, gangguan enuresis pada anak lebih sering karena adanya tekanan akibat perkembangan psikososial yang dihadapi.
Semoga bermanfaatπŸ˜‰

Bidan Oveeta_29
Read More

GONDONGAN ( Parotitis)


GONDONGAN ( Parotitis)

Cung ya, yang pernahkah gondongan!
Bagaimana rasanya?

Tahukah kita mengapa gondongan atau parotitis dimasukkan dalam gangguan THT ( telinga hidung tenggorokan ), khususnya tenggorokan? Ya, itu dikarenakan gondongan memang sering menyerang tenggorokan atau lebih tepatnya kelenjar ludah yang terletak di leher bagian belakang. Meskipun sebenarnya gondongan dapat menyerang organ lain.

Gondongan adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh virus mumps yang sering menyerang anak-anak terutama pada usia 2 tahun ke atas.
Penyakit ini tergolong suatu penyakit yang menular. Namun, biasanya pada bayi masih cukup kuat untuk tidak tertular berkat kekebalan yang di dapat dari ibunya. Khususnya bayi yang mendapatkan Asi Eksklusif.

Virus mumps dapat menyerang hampir semua kelenjar ludah, seperti ludah di bawah rahang, di bawah lidah, atau di bawah telinga. Jika kelenjar- kelenjar itu terkena virus gondongan, maka akan menimbulkan rasa nyeri yang sangat mengganggu.
Virus mumps memerlukan masa inkubasi 14-24 hari sebelum menimbulkan infeksi setelah ia masuk ke dalam tubuh anak.Setelah infeksi terjadi 2-3 hari, baru terjadi pembengkakan.Pada saat inilah biasanya anak mulai mengeluhkan sakit.

Sebenarnya, virus mumps bisa dilawan tubuh anak itu sendiri. Kecuali, jika daya tahan tubuhnya rendah, timbul komplikasi seperti penjalaran virus pada otak sehingga menimbulkan meningitis. Pada anak laki- laki, virus dapat menghancurkan sel-sel di testis sehingga menjadi steril.

Anak yang menderita gondongan mungkin saja tidak menunjukkan gelaja apapun sehingga kita tidak mengira bahwa si kecil sedang sakit. Namun, kita perlu waspada jika si kecil mengeluh mual muntah dengan menurunnya nafsu makan.Ini merupakan gondongan. Utamanya jika disertai dengan demam hingga lebih dari 39,4 derajat celsius.

Biasanya, anak merasa sakit jika kelenjar yang membengkak diraba atau ditekan. Ia juga akan kesakitan saat mengunyah dan menelan makanan. Bahkan pada sebagian anak tidak mau membuka mulutnya karena rasa nyeri yang ditimbulkan. Meski demikian, gejala seperti ini akan segera membaik saat daya tahan tubuh anak semakin baik. Jika kerusakan sel tidak terus terjadi, bengkak menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu.

Berikut ini hal- hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan mengatasi gondongan :

1. Memberikan imunisasi MMR ( mumps, morbili, rubella) atau trimovax. Imunisasi ini diberikan pada usia 15 bulan atau lebih. Jika kita lupa memberikannya, pemberian imunisasi ini tetap bisa dilakukan asalkan anak belum tertular virus mumps,morbili,dan rubella.

2. Penyakit ini sangat menular, jadi jauhkan anak dari penderita gondongan.

3. Menjaga kondisi tubuh anak agar etap prima sehingga virus sulit berkembang biak di dalam tubuhnya.

4. Jika kita mengetahui anak menderita gondongan dan mengalami demam, segera berikan obat penurun panas.

5. Untuk mengurangi nyeridan bengkak, kompres bagian yang membengkak dengan air hangat dan air dingin.

6. Karena penyakit ini mudah menular, kita harus mengupayakan agar peralatan yang digunakan penderita tidak digunakan oleh anggota keluarga lain.

7. memberikan ank waktu istirahat selama sakit dan tidak perlu ke sekolah ataupun keluar rumah. selain untuk mempermudah proses penyembuhan juga dapat mengurangi penularan penyakit gondongan kepada anak yang lain.

8. Bila gondongan semakin membengkak, anak merasakan nyeri tak tertahankan dan badan semakin panas. Segeralah bawa anak untuk diperiksakan.

Semoga bermanfaat πŸ˜‰


Bidan Oveeta_29
Read More

MUNTAH PADA ANAK


MUNTAH PADA ANAK

Muntah merupakan hal yang mengejutkan sekaligus menakutkan bagi anak. Umumnya, muntah pada anak tidak berbahaya dan dapat berhenti sendiri. Pemicu terjadinya muntah biasanya terjadi karena adanya infeksi saluran cerna atau gastroenteritis. Jangka waktu muntah jenis ini tidak lama dan tidak sering terjadi.

Kita perlu waspada jika muntah terjadi bersamaan dengan gejala lain, misalnya: demam, sakit perut, anak tampak lesu, infeksi saluran nafas, saluran kemih, anemia kronis, leukimia, dan cacingan. Oleh sebab itu, sebaiknya kita harus memberikan perhatian lebih jika si kecil mengalami muntah-muntah.

Pada bayi, muntah lebih sering disebabkan karena terlalu banyaknya udara yang terisap, belum sempurnanya fungsi usus, obstruksi/sumbatan pada 12 jari, refluk esophageal/kembalinya makanan atau minuman dari esofagus.

Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan terjadinya muntah pada si kecil adalah

1. Jika bayi kita masih minum ASI, susui dengan posisi yang baik agar bayi dapat menghisap ASI secara benar.

2. Segera melepaskan isapan bayi, jika ia sudah tampak kenyang.

3. Setiap kali selesai menyusu, gendong bayi dengan kepala di atas pundak menghadap belakang. Elus-elus punggungnya sampai bayi bersendawa beberapa kali.

4. Pada anak yang sudah besar, hindari kebiasaan memasukkan tangan ke mulut karena dapat memicu muntah.

5. Jika anak sudah besar, berikan minuman hangat dan makanan yang tidak merangsang, seperti biskuit atau krekers perlahan-lahan untuk memperbaiki kondisi lambung.

Meskipun muntah umumnya merupakan gangguan ringan, tetapi sebaiknya segera periksakan anak ke dokter jika kita menemui beberapa gejala seperti berikut:

1. Muntah bersama dengan perut yang mengeras dan mengeluarkan angin saat muntah, dan muntah yang terjadi setelah anak terbentur kepalanya. Ini kemungkinan menunjukkan gejala adanya gagar otak.

2. Muntah tampak tidak seperti biasanya, berwarna hijau, kuning, kemerahan, atau warna lain yang mencurigakan.

3. Muntah yang menyembur, terutama pada bayi.

Semoga bermanfaat πŸ˜‰


Bidan Oveeta_29
Read More

10 MANFAAT ASI EKSKLUSIF


10 MANFAAT ASI EKSKLUSIF......

Ketika kita berbicara tentang Asi Eksklusif, apa yang ada di benak Bunda sekalian?
Pastinya banyak hal yang difikirkan bukan. Beberapa pertanyaan akhirnya muncul. Bisa gak ya? Mampu gak ya?

Kegagalan - kegagalan dalam pemberian Asi Eksklusif yang seharusnya tidak perlu terjadi, terkadang justru itu bersumber pada diri kita sendiri. Keyakinan yang tidak kuat akan kemampuan kita,fitrah setiap ibu pasti bisa menyusui. Misal, karena melihat bayi menangis kencang tidak tega, kemudian diberilah susu formula. Padahal Asinya melimpah. Ada juga yang bayinya sudah berusia 4 bulan, karena sudah bisa memegang sesuatu, muncul juga rasa iba. Ingin juga segera diberi makanan. Belum lagi pengaruh dari orang tua terdahulu, agar bayi tidak rewel harus diberi pisang.

Idealnya, bayi mendapat ASI segera setelah lahir hingga umur 6 bulan. Tanpa disertai makanan pendamping apapun. Itulah Asi Eksklusif.

Jadi, selama tidak ada masalah medis yang menghalangi kita dalam memberikan Asi Eksklusif. Hal itu harus kita upayakan secara maksimal.

Berikut sepuluh manfaat ASI yang harus kita ketahui, agar semakin mantap dalam memberikan Asi Eksklusif ( dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI) :

1. ASI dapat mengurangi tingkat depresi pada ibu. Sebuah penelitian terhadap 14 ribu ibu baru, yang dimuat dalam Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, menunjukkan ibu yang menyusui cenderung terhindar dari masalah kesehatan mental. Satu dari sepuluh perempuan dunia rentan terkena depresi, namun jumlah itu turun saat perempuan punya kesempatan untuk memberikan ASI.

2. ASI meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Ibu meneruskan zat antibodi mereka lewat ASI kepada bayi-bayi mereka, sehingga bayi dapat membentuk sistem pertahanan tubuh yang kuat untuk melawan virus flu dan infeksi.

3. ASI membantu memperkuat ikatan emosional antara anak dan ibu mereka. Kedekatan ini merupakan katalis dalam membangun hubungan yang kuat antara orang tua dengan anak-anak mereka karena anak akan merasa lebih terlindungi dan beradaptasi dengan dunia baru di sekitar mereka.

4. ASI membuat anak lebih cerdas. Meskipun demikian, masih diperdebatkan oleh para pakar, apakah kecerdasan itu dipicu kandungan asam lemak dalam ASI ataukah ikatan emosional yang terbentuk antara orang tua dan anak selama proses menyusui berlangsung.

5. ASI mengurangi risiko obesitas. ASI membantu bayi untuk memilih makanan lebih baik di kemudian hari, yang pada akhirnya memperkecil risiko obesitas. ASI adalah makanan yang mudah dicerna bayi, sangat bergizi, dan membantu bayi memutuskan berapa banyak yang bisa dia konsumsi dan kapan meminumnya.

6. ASI menjadikan anak-anak berperilaku lebih baik. Anak-anak yang minum ASI dan mampu membentuk ikatan emosional dengan kedua orang tuanya selama proses menyusui, mampu mengembangkan perilaku yang lebih baik daripada yang tidak. Namun jika ikatan itu tidak terbentuk, dampaknya bisa berlawanan.

7. Nutrisi dalam ASI membantu otak anak berkembang sempurna dan lebih baik daripada nutrisi dalam susu formula.

8. ASI membantu ibu menurunkan berat badan. Proses menyusui membakar banyak kalori dalam tubuh ibu, sehingga berat badan berlebih selama hamil dapat cepat turun.

9. ASI mengurangi risiko kanker pada ibu, terutama kanker payudara dan indung telur.

10. ASI membantu keluarga menghemat anggaran rumah tangga karena gratis.

Setelah tau begitu besar manfaat pemberiqn Asi Eksklusif, apakah kita masih ragu untuk melakukannya?

Semoga bermanfaat πŸ˜‰


Bidan Oveeta_29
Read More

Pernahkah Anak Kita Diare?


Pernahkah Anak Kita Diare?

Diare merupakan gangguan pencernaan yang sering ditimbulkan oleh bakteri, virus atau parasit yang menginfeksi perut atau usus. Selain itu, diare juga dapat terjadi karena pencernaan terganggu akibat keracunan makanan, serta masuk angin.

Tanda-tanda diare diantara yaitu

1. Adanya perubahan bentuk tinja, seperti lebih encer, padat namun bercampur air, berbau, atau bisa juga bercampur darah.

2. Frekuensi buang air besar lebih sering, lebih dari 4 kali sehari.

Pada beberapa kasus, diare terjadi bersamaan dengan sakit perut, demam dan muntah.

Diare termasuk gangguan yang cukup serius karena dapat menimbulkan dehidrasi ringan hingga berat. Pada dehidrasi ringan, anak menunjukkan rasa haus akibat hilangnya cairan tubuh. Jika cairan tubuh terus berkurang, anak dapat mengalami asidosis (zat basa dalam tubuh berkurang,akibatnya anak bisa alami sesak nafas). Selain itu anak juga bisa mengalami kejang dan pingsan, jika zat-zat ekektrolit dalam tubuh semakin berkurang akibat hilangnya sejumlah cairan dalam tubuh.

Diare juga merupakan penyakit yang mudah menular. Penularan penyakit ini sering melalui tinja, lalat, dan jari. Aku oleh sebab itu, sangat penting menjaga kebersihan makanan dan minuman. Baik sebelum maupun setelah diolah. Agar tidak tertular, biasakan anak kita untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah melakukan kegiatan harian.

Tindakan yang bisa kita lakukan ketika anak diare, diantaranya adalah

1. Segera mengganti cairan yang hilang dari tubuh anak akibat diare, dengan memberikan oralit(larutan gula garam). Bisa pula menawarkan aneka jenis minuman pada anak untuk menghindari dehidrasi.

2. Memberikan makanan yang memadai. Jangan pernah mengurangi makanan yang biasa dikonsumsi anak.

3. Menghindari makanan dan minuman yang dapat merangsang pencernaan anak, seperti makanan asam, pedas, buah yang mempunyai sifat pencahar(nangka,durian), susu, keju, dan coklat.

3. Membantu anak untuk beristirahat dengan cukup serta mengurangi aktivitas.

4. Untuk mengurangi rasa sakit perut anak, kita bisa memberikan obat gosok luar seperti minyak kayu putih.

5. Sebelum memberikan obat, sebaiknya perhatikan diare anak. Jika tidak terlalu parah, tunda penggunaan obat. Sebab pada dasarnya diare adalah jenis penyakit yang bisa sembuh sendiri ( self limiting desease ).

Diare yang berlangsung berjam jam jangan dianggap sepele. Bila diare anak sudah lebih dari 4 kali atau lebih, anak merasa kesakitan tidak tertahankan, asupan makanan dan minuman tidak bagus, segera bawa anak periksa ke pelayanan kesehatan.

Semoga bermanfaat πŸ˜‰


Bidan Oveeta_29
Read More

KEJANG DEMAM PADA ANAK


KEJANG DEMAM

Kejang- kejang karena demam, biasa juga disebut dengan kejang demam atau stuip atau setep, adalah suatu kondisi kondisi saat tubuh anak balita sudah tidak dapat menahan serangan demam pada suhu tertentu. Naiknya suhu badan pada anak balita dapat merangsang kerja syaraf jaringan otak secara berlebihan, sehingga jaringan otak tidak dapat lagi mengoordinasikan persyarafan- persyarafan pada anggota gerak tubuh, antara lain pada lengan dan kaki. Akibatnya, terjadilah kejang- kejang antara lain pada lengan dan kaki anak balita.
Kejang demam ditandai dengan wajah yang membiru, lengan dan kakinya tersentak- sentak tak terkendali selama beberapa waktu. Gejala ini hanya berlangsung beberapa detik, tetapi akibat yang ditimbulkannya dapat membahayakan keselamatan anak balita.
• Akibat langsung yang bisa terjadi saat kejang demam yaitu
1. Gerakan mulut tidak terkontrol
2. Lidah tergigit
3. Lidah berbalik arah menutupi saluran pernafasan
4. Penundaan pertumbuhan jaringan otak


  Baca
Semakin sering anak balita mengalami kejang demam, semakin besar kemungkinannya mengalami penundaan pertumbuhan jaringan otak. Penundaan pertumbuhan jaringan otak ini dapat menyebabkan anak balita menjadi ideot atau memiliki memiliki tingkat kecerdasan jauh di bawah rata-rata.
Oleh sebab itu, sedapat mungkin jagalah suhu badan anak balita yang sedang mengalami demam. Jangan biarkan badannya menjadi sangat tinggi yang akhirnya dapat mengakibatkan kejang demam.
Ketahanan tubuh setiap balita dalam menghadapi naiknya suhu badan tidak sama dan sangat tergantung pada vitalitasnya. Ada yang tahan dan tidak mengalami kejang- kejang pada suhu lebih dari 39C, tetapi ada juga yang tidak tahan. Ada saat tubuh anak balita menahan pengaruh demam, ada pula saat anak balita tidak mampu menahan pengaruh demam sehingga mengalami kejang- kejang, biasa pada saat vitalitasnya tidak baik.
Memang ada anak balita yang relatif tahan terhadap pengaruh demam, misalnya karena selalu diberi ASI atau faktor genetik atau keturunan. Namun, hal ini tidak menjamin bahwa setiap demam ia akan mampu bertahan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan kondisi tubuhnya ketika demam. Pada saat kondisi tubuhnya baik, mungkin ia mampu bertahan, tetapi pada saat kondisi tubuhnya kurang baik mungkin tidak mampu bertahan.
Apapun kemungkinan yang bakal terjadi, menjaga suhu badan anak balita agar tidak melebihi 39 C harus selalu dilakukan. Bila suhu badan balita sudah mencapai 38 , dan tidak ada tanda-tanda akan turun meskipun sudah diberi obat penurun panas atau malah cendurung meningkat, segeralah membawanya ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Mencegah kejang demam adalah langkah terbaik untuk menghindari hal- hal yang tidak diinginkan.
Jika anak balita sudah terlanjur menderita kejang demam, janganlah panik.Hal-hal yang harus di lakukan adalah
1. Bila anak balita yang mengalami kejang demam berusia enam bulan
• Telungkupkan dan palingkan wajahnya ke samping
• Ganjal perutnya dengan bantal agar ia tidak tersedak
• Lepaskan seluruh pakaian dan basahi tubuhnya dengan air hangat. Langkah ini diperlukan untuk membantu menurunkan suhu badannya
• Bila anak balita muntah, bersihkanlah mulutnya dengan jari
• Walaupun anak balita telah pulih kondisinya, sebaiknya tetap dibawa ke dokter agar dapat ditangani lebih lanjut
• Jangan mengabaikan gejala kejang demam dengan tidak membawanya ke dokter. Dengan mempertimbangkan akibat yang terjadi, anak balita yang menderita kejang demam harus memperoleh penanganan dokter sehingga keselamatan dan kesehatannya senantiasa terjaga dengan baik
2. Bila anak balita yang mengalami kejang demam berusia lebih dari enam bulan
Pada dasarnya sama dengan anak balita yang berusia enam bulan. Perbedaannya adalah pada tindakan yang ditujukan pada mulut anak balita, yaitu harus diganjal dengan sendok yang sudah dibungkus perban atau kain bersih. Tujuannya agar lidahnya tidak tergigit atau saluran pernafasannya tidak tersumbat.
Semoga bermanfaat πŸ˜‰

Read More

Kenali DIFTERIA


Kenali DIFTERIA!!!

Apakah Difteria?
Penyakit difteria adalah suatu infeksi akut yang mudah menular, dan yang sering diserang terutama saluran pernafasan bagian atas, dengan tanda khas timbulnya
" pseudomembran". Kuman juga melepaskan eksotosin yang dapat menimbulkan gejala umum dan lokal.
Penyebab penyakit difteria adalah kuman Corynebacterium diphteriae, bersifat gram positif dan polimorf, tidak bergerak dan tidak membentuk spora. Bakteri dapat ditemukan dalam sediaan langsung yang diambil dari hapusan tenggorok atau hidung. Basil difteri akan mati pada pemanasan suhu 60 derajat celsius selama 10 menit, tetapi tahan hidup sampai beberapa minggu dalam es, air, susu dan lendir yang telah mengering.
Patogenesis:
- Kuman hidup dan berkembangbiak pada saluran nafas bagian atas, tetapi dapat juga pada vulva, kulit, mata (walaupun jarang terjadi).
- Kematian pasien difteria pada umumnya dusebabkan oleh terjadinya sumbatan jalan nafas akibat pseudomembran pada laring dan trakhea, gagal jantung karena terjadi miokarditis, atau gagal nafas akibat terjadinya bronkopnemonia.
- Penularan penyakit difteria adalah melalui udara (droplet infection), tetapi juga dapat melalui perantaraan alat atau benda yang terkontaminasi oleh kuman difteria.
- Penyakit difteria dapat mengenai bayi, tetapi kebanyakan pada anak usia balita.
- Penyakit difteria dapat ringan ataupun berat, tergantung dari virulensi, banyaknya basil, dan daya tahan tubuh anak. Bila ringan, hanya berupa keluhan sakit menelan dan akan sembuh dengan sendiri serta dapat menimbulkan kekebalan pada anak jika daya tahan tubuhnya baik. Tetapi kebanyakan pasien berobat sering dalam keadaan sudah berat. Seperti adanya bullneck atau sudah stidor dan dispnea. Pasien diferia selalu dirawat di rumah sakit karena mempunyai resiko terjadinya komplikasi seperti miokarditis atau sumbatan jalan nafas.

BACA




Prognosis :
Prognosis penyakit ini bergantung pada :
1. Umur pasien. Makim muda usianya makin jelek prognosisnya.
2. Perjalanan penyakit, makin terlambat diketemukan makin buruk keadaannya.
3. Letak lesi difteria. Bila dihidung tergolong ringan.
4. Keadaan pasien, bila keadaan gizi buruk, juga buruk
5. Terdapatnya komplikasi miokarditis, sangat memperburuk prognosis.
6. Pengobatan, terlambat pemberian ADS, prognosis makin buruk.
Komplikasi :
1. Pada saluran pernafasan terjadi obstruksi jalan nafas dengan segala akibatnya. Seperti bronkopnemonia, atelektasis.
2. Kardiovaskuler: miokarditis, yang dapat terjadi akibat toksin yang dibentuk kuman difteria.
3. Kelainan pada fungsi ginjal: nefritis
4. Kelainan syaraf
Pencegahan:
1. Dengan imunisasi
2. Isolasi, aku pasien difteria harus dirawat dengan isolasi dan baru dapat pulang setelah pemeriksaan sediaan langsung tidak ditemukan Corynebacterium diphteriae 2 kali berturut-turut.
3. Pencarian seorang karier difteria dengan dilakukan uji shick. Bila diambil hapusan tenggorok dan ditemukan C. Diphteriae pasien diobati: bika perlu dilakukan tonsilektomi.
GEJALA UMUM:
1. Demam tidak terlalu tinggi
2. Lesu
3. Pucat
4. Nyeri kepala
5. Anoreksia sehingga pasien lemah
GEJALA LOKAL:
1. Nyeri menelan
2. Bengkak pada leher
3. Sesak nafas
4. Suara serak
5. Bila dihidung, timbul berupa batuk pilek, kotoran yang keluar bercampur darah.
Semoga bermanfaat πŸ˜‰

Read More