Wanita wajib tau!! masalah Menepouse

MENEPOUSE....

Gimana kabar bunda sehat kan  Terima kasih masih mengunjungi RUMAH MEDIS kita akan membahas tentang Menpouse Ada sebuah ketakutan besar ketika masa ini datang menghampiri. Menopause, satu kata yang menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar kaum wanita.

Mengapa wanita merasakan kekhawatiran ketika menepouse?
Apa sebenarnya menopause itu?
Dan apa yang harus dilakukan oleh kita agar melewati masa ini dengan bahagia?

Ketika kita memasuki usia dewasa madya (paruh baya), yaitu sekitar 40 tahun – 60 tahun, kita akan dihadapkan pada periode klimakterium.

Periode klimakterium adalah terjadinya penurunan fungsi reproduksi pada pria maupun wanita. Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium dan terjadi pada wanita berumur 40-65 tahun. Pada pria klimakterium umumnya mulai terjadi pada usia 50-55 tahun.

Masa-masa klimakterium :

a. Pra menopause adalah kurun waktu 4-5 tahun sebelum menopause.

b. Menopause adalah berhentinya haid seorang wanita.

c. Pasca menopause adalah kurun waktu 3-5 tahun setelah menopause.

Dengan demikian klimakterium tidak sama pengertiannya dengan menopause.

Klimakterium gejalanya sudah muncul sebelum menopause. Tanda-tanda datangnya periode klimakterium antara lain adalah

1. Menstruasi menjadi tidak lancar atau tidak teratur, datang dalam interval waktu. Kita mungkin akan mengalami perubahan siklus menstruasi. Jumlah darah yang keluar saat menstruasi juga mungkin akan lebih banyak, lebih sedikit, atau mungkin hanya berupa flek atau spotting. Durasi menstruasi kita juga mungkin menjadi lebih singkat.
Jika kita tidak mengalami menstruasi pada waktu yang seharusnya, pastikan kita sudah menyingkirkan kemungkinan hamil. Jika kita tidak hamil, tidak mengalami menstruasi sesuai jadwal mungkin dapat menjadi penanda dimulainya masa menopause kita. Jika kita mengalami spotting setelah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, kita mungkin harus berkonsultasi pada dokter untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi yang lebih serius seperti kanker.

2. Hot flashes merupakan kondisi di mana kita mengalami sensasi panas, baik di bagian atas tubuh atau bahkan seluruhnya. Wajah dan leher kita mungkin dapat menjadi merah dan mungkin akan menjadi berkeringat. Intensitas hot flash dapat bervariasi mulai dari ringan hingga kuat, bahkan sampai mengganggu tidur. Kondisi ini biasa berlangsung antara 30 detik hingga 10 menit. Sebagian besar wanita mengalami kondisi ini selama satu hingga dua tahun setelah menstruasi terakhir mereka. Hot flash mungkin akan terus berlanjut setelah menopause, namun seiring dengan berjalannya waktu, kondisi ini akan semakin jarang dialami. Konsultasikan kepada dokter jika gejala yang alami sangat mengganggu aktivitas.

3. Rasa kering di vagina dan nyeri saat berhubungan.
Berkurangnya produksi estrogen dan progesteron dapat mempengaruhi kelembapan lapisan tipis yang melapisi dinding vagina. Gejala yang kita alami dapat berupa rasa gatal atau panas di bagian mulut vagina. Kekeringan di daerah vagina ini dapat menimbulkan rasa sakit saat berhubungan intim. Untuk mengatasinya, kita dapat mencoba pelumas berbahan dasar air, atau pelembap vagina. Berkonsultasilah pada dokter apabila masih merasa tidak nyaman.

4. Insomnia atau kesulitan tidur
Selama menopause kita dapat mengalami masalah untuk tidur atau mempertahankan tidur. Kita mungkin bangun lebih pagi dari biasanya dan memiliki kesulitan untuk tidur kembali. Untuk mendapat istirahat yang cukup, cobalah berbagai teknik relaksasi dan pernapasan. Kita juga dapat berolahraga pada siang hari agar kita cukup lelah untuk tidur pada malam harinya. Hindari membuka ponsel atau komputer sebelum tidur karena cahaya biru dari gadget dapat menyebabkan sulit tidur. Mandi, membaca, atau mendengarkan lagu pelan mungkin dapat membantu agar lebih rileks. Cobalah untuk tidur pada waktu yang sama setiap malam dan hindari makanan atau minuman yang dapat mempengaruhi tidur seperti coklat, kafein, atau alkohol.

5. Masalah saluran kemih
Kesulitan menahan keinginan untuk buang air kecil merupakan hal yang wajar dialami oleh wanita menjelang menopause. Kita mungkin mengalami keinginan untuk buang air kecil walaupun kandung kemih belum penuh. Kita juga mungkin mengalami nyeri saat berkemih. Hal ini disebabkan karena selama menopause, jaringan di vagina dan saluran kemih kehilangan elastisitasnya. Selain itu, otot-otot yang mengelilingi pelvis juga melemah. Untuk menghadapinya, kita dapat minum air putih lebih sering, hindari minuman beralkohol, dan lakukan latihan kegel untuk memperkuat otot pelvis.
Penurunan kadar estrogen dalam tubuh juga dapat membuat kita lebih rentan terhadap infeksi. Beberapa wanita dapat menjadi lebih sering mengalami infeksi saluran kencing pada masa ini. Jika mengalami keinginan berkemih yang sering, atau mengalami sensasi panas saat berkemih, sebaiknya harus berkonsultasi pada dokter.

6. Penurunan gairah seksual
Penurunan kadar estrogen dapat memperlambat reaksi orgasme, memperlambat reaksi klitoris, dan menyebabkan keringnya vagina. Kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan menurunannya gairah seksual. Kits dapat berkonsultasi pada dokter jika penurunan gairah kita disebabkan oleh masalah lain seperti rasa nyeri saat berhubungan.

7. Gangguan suasana hati (mood)
Perubahan produksi hormon dapat mempengaruhi suasana hati wanita yang sedang menghadapi menopause. Beberapa wanita mengalami gangguan seperti cepat marah, depresi, dan suasana hati yang mudah berubah. Penting bagi kita untuk tahu bahwa perubahan hormon dapat mempengaruhi otak dan kondisi,ini sangat wajar untuk dialami.

8. Perubahan kulit dan rambut
Seiring dengan bertambahnya usia, penurunan jaringan lemak dapat membuat kulit lebih kering dan tipis. Berkurangnya estrogen juga dapat membuat rambut lebih rapuh dan kering. Hindari penggunaan produk perawatan rambut dengan bahan kimia yang terlalu kuat, karena dapat memperparah kerusakan rambut.

Setiap orang tidak sama waktunya ketika mengalami periode klimakterium, ada yang lebih cepat ada juga yang lambat. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya hidup, asupan nutrisi, dan kebiasaan berolah raga. Pada umumnya sudah terjadi ketika menginjak usia 40 tahun. Sebelum terjadi periode klimakterium, kita akan melewati masa pra-klimakteris. Pada masa pra-klimakteris terjadi perubahan hormon sedikit demi sedikit.

Ciri-ciri orang yang mengalami pra-klimakteris adalah bertambahnya gairah seksual, juga semangat hidup, mirip dengan masa pubertas.
Secara psikologis, hal itu timbul karena dorongan untuk menutupi masa penuaannya, misalnya dengan mengikuti trend model baju remaja, atau memakai aksesoris yang berlebih. Beberapa tahun kemudian tibalah masa menopause, ditandai dengan berhentinya haid.

Menopause secara alamiah terjadi karena menurunnya sekresi hormon kewanitaan, terutama hormon estrogen. Penurunan ini atrofi (pengisutan) dan pengeringan mukosa vagina, sehingga sering terjadi vaginitis (radang vagina), pruritus (gatal-gatal), dispareuni (nyeri waktu hubungan seksual), dan stenosis.

Umumnya akan terjadi gangguan psikologis pada kaum wanita dalam menghadapi masa klimakterium, apalagi sudah menginjak tahap menopause, yaitu:

1. Takut kehilangan fungsi dan ekssistensi sebagai wanita.

2. Kehilangan gairah dan menurunnya fungsi seksual.

3. Khawatir tidak bisa memuaskan atau melayani suami.

4. Timbul rasa cemas kehilangan kasih sayang atau suami mencari wanita lain.

5. Kehilangan kepercayaan diri dan rendah diri.

6. Muncul ketakutan tidak bisa tampil baik mendampingi suami yang meningkat kariernya.

7. Minder ketemu orang, cenderung ingin dirumah saja.

8. Ingin mengingkari dan memprotes proses biologis yang mengarah pada ketuaan.

9. Terlampau mendramatisir proses ketuaan.

10. Merasa hidupnya kini tak mengandung harapan dan dilupakan orang.

11. Merasa sudah diambang kematian sehingga kehilangan gairah hidup.

12. Mencari perhatian dari orang-orang sekitarnya.

Gangguan psikologis ini sering juga diiringi dengan munculnya sifat anti sosial, sehingga menimbulkan konflik dengan orang-orang di sekitarnya. Misalnya, menjadi lebih cerewet, mudah tersinggung, pemarah, dendam, dan ingin dijadikan fokus perhatian.

Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak negatif dari periode klimakterium, bisa melakukan beberapa hal, yaitu :

a. Menerima dengan ikhlas terjadinya proses penuaan dalam diri kita, sebagai proses alamiah yang akan dialami oleh semua orang.

b. Lebih mendekatkan diri kepada Allah, dengan memperbanyak ibadah. Salah satunya menghafalkan Al Quran, interaksi yang baik dengan al Quran membuat hati menjadi lebih tenang.

c. Melakukan dialog dengan suami tentang terjadinya klimakterium, cari solusi bersama agar kehidupan tetap berjalan baik.

d. Berusaha agar hubungan suami-istri tetap berjalan dengan harmonis.

e. Senantiasa berpikir positif dan menjauhkan diri dari prasangka buruk pada orang lain.

f. Menikmati kondisi kehidupan yang ada dengan mensyukuri nikmat yang sudah Allah SWT anugerahkan.

g. Menyalurkan konflik intrapsikis dalam berbagai kegiatan sosial dan intelektual, aktif dalam organisasi sosial, kegiatan keagamaan.

h. Kembali menekuni hobi, yang mungkin sudah lama ditinggalkan karena sibuk merawat anak. Sekarang banyak waktu luang, manfaatkan dengan menekuni hoby yang membuat kita senang dan bahagia.

i. Tetap menjaga perawatan diri, walaupun sudah tua tetap cantik dan menarik dipandang suami.

j. Mencari kesibukan yang bermanfaat untuk diri sendiri juga untuk orang lain, misalnya menjadi relawan Posyandu, Panti asuhan, Rumah singgah.

Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29