PEMERIKSAAN USG bagi IBU HAMIL

PEMERIKSAAN USG bagi IBU HAMIL
" Bubid dari keluarga saya mempunyai keturunan hamil kembar, saya merasa khawatir kehamilan ini adalah hamil kembar."
" Bunda, hamil kembar bisa dideteksi lebih awal dengan menggunakan pemeriksaan USG. Bunda tidak perlu merasa khawatir, silahkan Bunda segera lakukan pemeriksaan tersebut. Sehingga bila memang hasilnya kembar, Bunda bisa melakukan ektra perawatan selama kehamilan. Berikut penjelasan tentang USG."
 USG kehamilan adalah
sebuah tes yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menggambarkan perkembangan janin dan juga organ reproduksi ibu hamil. Saat Bunda melakukan USG, perut Bunda akan dioleskan gel, dan kemudian dokter akan menggerakkan transduser di atas perut Bunda.
 Tujuan ibu hamil melakukan pemeriksaan USG
USG pertama kali bisa Bunda lakukan saat usia kehamilan mencapai 6-8 minggu, namun gambaran yang Bunda dapatkan mungkin belum jelas. Bunda mungkin akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas pada usia kehamilan 13 minggu.
Sesuai usia kehamilan, USG bisa Bunda manfaatkan untuk berbagai tujuan, untuk tujuan medis maupun tujuan nonmedis.
USG selama trimester pertama
Pemeriksaan USG selama trimester pertama kehamilan bisa Bunda lakukan untuk tujuan:
1. Memastikan bahwa Bunda benar sedang hamil
2. Memeriksa detak jantung janin
3. Menentukan usia kehamilan bayi dan memperkirakan kapan bayi akan lahir
4. Memeriksa apakah Bunda mempunyai kehamilan kembar
5. Memeriksa kondisi plasenta, rahim, ovarium, dan leher rahim (serviks)
6. Mendiagnosis kehamilan ektopik (ketika telur yang sudah dibuahi sperma tidak menempel di dinding rahim)
7. Mendiagnosis keguguran awal
8. Memantau apakah janin mengalami pertumbuhan yang abnormal
USG selama trimester kedua dan ketiga
Saat usia kehamilan sudah memasuki trimester kedua dan ketiga, Bunda bisa melakukan USG untuk tujuan yang lebih banyak, seperti:
1. Memantau pertumbuhan janin
2. Mengetahui posisi janin, apakah janin berada dalam posisi sungsang, melintang, kepala di bawah (cephalic), atau posisi normal. Termasuk memperkirakan kemungkinan panggul sempit (CPD)
3. Menentukan jenis kelamin bayi
4. Memastikan apakah Bunda mempunyai kehamilan kembar
5. Memeriksa plasenta apakah bermasalah, seperti plasenta previa dan abrupsio plasenta
6. Memeriksa apakah bayi Anda berpotensi mengalami Down syndrome (biasanya dilakukan pada usia kehamilan 13 dan 14 minggu)
7. Memeriksa apakah bayi berpotensi mengalami kelainan bawaan atau cacat lahir
8. Memeriksa apakah bayi dalam kandungan mengalami kelainan struktural atau masalah pada aliran darah
9. Memantau kondisi cairan ketuban
10. Memantau apakah bayi menerima cukup oksigen dan nutrisi
11. Mendiagnosis masalah pada ovarium atau rahim, seperti tumor
12. Mengukur panjang leher rahim
13. Mengetahui apakah Bunda membutuhkan tes lain, seperti amniosentesis
14. Memastikan bayi Anda sehat dan tidak mati dalam kandungan
Apakah USG saat hamil aman?
Ya, USG aman dilakukan saat kehamilan selama dilakukan dengan benar. USG tidak melibatkan radiasi, seperti sinar-X. Namun, sebaiknya lakukan USG hanya dengan dokter atau profesional kesehatan yang terjamin kualitasnya. Bahkan, banyak ahli menyarankan agar USG dilakukan hanya untuk alasan medis yang jelas, seperti untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi Bunda dalam kandungan.
USG tidak menimbulkan rasa sakit pada Bunda. Jika Bunda merasa tidak nyaman saat melakukan USG, sebaiknya bilang pada dokter Bunda. Dokter mungkin akan meminta Bunda untuk mengosongkan kandung kemih (buang air kecil) terlebih dahulu. Kandung kemih yang penuh biasanya akan membuat Bunda merasa tidak nyaman saat transduser (alat yang digunakan untuk USG) menekan perut Bunda.  
Saat Anda melakukan USG pertama kali di awal kehamilan Bunda, mungkin Bunda perlu untuk membuat kandung kemih Bunda penuh. Cairan menjadi media perambatan gelombang suara, sehingga kandung kemih yang penuh di saat menjalani USG di awal kehamilan dapat meningkatkan kualitas USG Bunda. Sedangkan, saat usia kehamilan Bunda sudah tua, Bunda tidak perlu untuk mengisi kandung kemih Bunda sebelum melakukan USG. Saat kehamilan Bunda sudah besar, cairan ketuban di sekeliling bayi Bunda sudah cukup membantu membuat gema (suara) untuk menghasilkan gambar saat Anda melakukan USG.
Macam-macam jenis USG saat hamil
Terdapat berbagai jenis USG yang bisa Bunda pilih untuk melihat gambaran bayi Bunda dalam kandungan, antara lain:
1. USG transvaginal
USG transvaginal bisa dilakukan pada awal masa kehamilan saat ukuran rahim Bunda masih kecil dan saat gambar yang jelas mungkin sulit untuk dihasilkan. USG jenis ini dapat menghasilkan gambar yang lebih jelas dibandingkan USG lainnya saat kandungan Bunda masih kecil. USG ini dilakukan dengan cara memasukkan probe USG ke dalam vagina. Oleh karena itu, USG ini mungkin membuat Bunda sedikit tidak nyaman saat dilakukan.
2. USG 3D
USG 3D memungkinkan dokter dan Bunda dapat melihat gambar janin dan organ-organ dalam tubuh Bunda yang lebih lebar, lebih tinggi, dan lebih dalam. Karena menghasilkan gambaran yang lebih jelas, USG ini sangat membantu untuk mendiagnosis masalah selama kehamilan.
3. USG 4D
USD 4D bisa menghasilkan video bergerak dari janin. Sehingga, melalui USG 4D, Bunda bisa melihat berbagai aktivitas janin dalam kandungan. USG 4D juga lebih bisa menghasilkan gambar wajah dan anggota tubuh janin lainnya yang lebih jelas. USG ini dilakukan sama seperti USG lainnya, tetapi dengan peralatan khusus.
4. Ekokardiografi
Ekokardiografi biasanya dilakukan jika dokter mencurigai bayi Bunda mungkin memiliki cacat jantung bawaan. Tes ini membutuhkan waktu lama untuk melakukannya. Tetapi, tes ini mampu menunjukkan gambar jantung janin Bunda lebih dalam, termasuk ukuran, bentuk, dan struktur jantung.
Prosedur Pemeriksaan dan Teknis USG
Pasien yang akan menjalani pemeriksaan USG biasanya akan diminta untuk berbaring telentang. Dokter kemudian akan mengoleskan gel khusus guna mencegah terjadinya gesekan antara kulit dan transducer. Gel tersebut juga berfungsi memudahkan pengiriman gelombang suara ke dalam tubuh.
Saat pemeriksaan USG, transducer akan digerak-gerakkan di bagian tubuh yang akan diperiksa. Gerakan ini diperlukan agar gelombang suara yang dikirim mampu memantul kembali dan memunculkan gambar yang baik.
Tiap gema yang memantul akan membentuk gambar berupa ukuran, bentuk, serta konsistensi dari jaringan lunak atau organ dalam tubuh. Pantulan gelombang itulah yang kemudian membentuk gambar di layar komputer. Setelah dievaluasi, dokter pemeriksa akan menjelaskan hasil pemeriksaan dan membuat laporan tentang hasil yang didapatkan dari pemeriksaan USG pada pasien.
Jika pasien ingin melakukan USG pada organ dalam tertentu, misalnya kandung empedu, maka pasien diminta untuk tidak makan dan minum selain air putih selama 6-8 jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Hal ini diperlukan agar kandung empedu tidak mengalami penyusutan ukuran.
Sementara itu, bagi ibu hamil yang berniat memeriksakan kondisi janinnya, dokter bisa menganjurkan untuk minum air minimal 4-6 gelas sekitar satu atau dua jam sebelum USG. Tujuannya agar kandung kemih terisi, sehingga membantu meningkatkan kualitas gambar.
Setelah mengetahui manfaat USG, yuk Bunda yang belum pernah melakukan pemeriksaan ini selama kehamilannya segeralah lakukan kunjungan ke Dokter Kandungan kepercayaan Bunda.
Semoga bermanfaat 
Bidan Oveeta_29