Ketuban Pecah Dini ( KPD)



Ketuban Pecah Dini ( KPD)

Semalam ketika saya piket Puskesmas, ada ibu hamil datang untuk periksa. Pasien mengatakan sejak sore merasakan ada cairan yang keluar dari vagina. Celana dalam tiba-tiba basah. Setelah diganti selang beberapa menit celana dalam basah lagi. Dari keterangan pasien pula, dirinya tidak merasakan kapan cairan tersebut keluar. Pasien juga tidak merasakan mules pada perutnya. Karena cairan itu keluar terus menerus, akhirnya memutuskan untuk periksa ke Puskesmas.

Setelah melakukan anamnesa serta pemeriksaan fisik, ternyata saya dapati bahwa cairan yang keluar adalah cairan ketuban. Ketuban telah keluar selama kurang lebih 6 jam. Dan hasil pemeriksaan dalam, ternyata juga belum ada pembukaan. Konsul Dokter pun saya lakukan, advise dari beliau untuk segera merujuk pasien ke Rumah Sakit dengan diagnosa KPD.

Ketuban Pecah Dini ( KPD) yaitu

Keadaan dimana ketuban pecah lebih awal sebelum usia kehamilan 37 minggu, atau bisa terjadi diatas usia 37 minggu namun pecah sebelum pembukaan mulut rahim 4 cm, atau sebelum ada tanda-tanda persalinan. Normalnya, kantung ketuban pecah pada akhir kala I atau awal kala II saat pembukaan lengkap pada proses persalinan.

Ciri atau tanda terjadinya KPD yaitu

1. Cairan ketuban keluar secara tiba-tiba dari liang vagina dalam jumlah sedikit maupun banyak, tak dapat ditahan atau dihentikan.
2. Cairan ketuban bisa warna putih agak keruh, mirip air kelapa muda karena bercampur dengan lanugo atau rambut halus pada janin dan mengandung verniks caseosa , yaitu lemak pada kulit bayi.
3. Umumnya, ketuban yang pecah tidak menimbulkan rasa sakit, pegal-pegal, mulas, dan sebagainya.

Penyebab KPD (keluar air Ketuban Pecah Dini) belum pasti, tapi sebagian besar berkaitan dengan infeksi (sampai 65%).
Misalnya, infeksi kuman, terutama infeksi bakteri, yang dapat menyebabkan selaput ketuban menjadi tipis, lemah dan mudah pecah.

Selain itu, beberapa faktor risiko Ketuban Pecah Dini adalah

1. Kehamilan kembar,
2. Ada riwayat persalinan kurang bulan sebelumnya,
3. Hubungan seksual yang kebersihannya tidak dijaga,
4. Perdarahan lewat jalan lahir,
5. pH (tingkat keasaman) vagina di atas 4,5,
6. Selaput ketuban tipis kurang dari 39 mm,
7. Kadar CRH (corticotropin releasing hormone) maternal tinggi, misalnya pada ibu hamil yang stres, kebersihan yang kurang baik, misalnya keputihan dan infeksi vagina, jumlah cairan ketuban sangat banyak (hidroamnion), dan kelainan mulut rahim seperti inkompeten serviks.

Komplikasi KPD yaitu

Ketuban pecah dini bisa dianggap sebagai hal serius karena dapat mengakibatkan:

1. Bayi lahir prematur.
2. Meningkatnya risiko terjadinya retensio plasenta (sebagian atau semua plasenta tertinggal di dalam rahim).Akibatnya kondisi ini bisa terjadi perdarahan postpartum primer dan sekunder (kehilangan darah dalam waktu 24 jam hingga enam minggu setelah melahirkan).
3. Oligohidramnion (cairan ketuban terlalu sedikit) bila terjadi pada kehamilan usia muda. Kondisi ini akan memnyebabkan infeksi pada janin bahkan kematian janin.
4. Solusio plasenta (terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari dinding rahim sebelum proses persalinan terjadi).
6. Ketika ketuban pecah, kuman dapat bermigrasi ke dalam kantung ketuban hingga menyebabkan infeksi dalam rahim. Gejalanya termasuk suhu tubuh naik, keputihan yang tidak biasa, vagina berbau yang tidak enak, denyut nadi cepat, nyeri di perut bagian bawah, dan detak jantung bayi menjadi lebih cepat dari biasanya.
7. Ketika cairan ketuban hilang, tali pusat bisa terjepit di antara bayi dan dinding rahim. Akibatnya, bayi bisa mengalami cedera otak atau bahkan kematian.
8. Jika ketuban pecah sebelum kehamilan berusia 23 minggu, paru-paru bayi kemungkinan tidak akan berkembang dengan baik. Karena di awal kehamilan, cairan ketuban dibutuhkan bagi terbentuknya jaringan paru-paru.
9. Jika ketuban pecah di usia 18 dan 22-23 minggu masa kehamilan, jaringan paru-paru pada janin tidak akan pernah dapat terbentuk. Selain itu, anggota badan janin lainnya kemungkinan juga tidak berkembang secara normal.

Jika Bunda curiga atapun merasakan air ketuban pecah dini, segera pergi ke Bidan, Puskesmas, ataupun rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
Alodokter
Linkedin

tipssehat,trending,info,kesehatan,anak,balita,wanita,ibuhamil,usg,kesehatan, medis, penyakit, komunitas kesehatan, dokter, konsultasi kesehatan, informasi kesehatan, komunitas, diskusi kesehatan,kb,hpv,