KANKER SERVIK (kanker leher rahim)


KANKER SERVIK (kanker leher rahim)
Setiap wanita harus waspada terhadap kanker serviks. Di Indonesia penyakit ini masih menjadi urutan teratas penyebab kematian bagian wanita.
Mencegah terjadinya kenker seviks sangat penting dilakukan. Untuk itu kita harus memahami penyakit ini, sehingga upaya -uoaya pencegahannya dapat kita lakukan secara maksimal.
Seringkali kita mendengar kanker serviks, namun sebenarnya apa itu pengertiannya secara ilmiah.
Kanker serviks adalah
kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.
Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan perempuan terkena kanker serviks. Tapi penelitian menemukan bahkan 99,7 persen kanker serviks disebabkan oleh HPV. HPV adalah satu golongan virus,di mana terdapat lebih dari 100 jenis HPV.
Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual, di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita akan terinfeksi HPV. Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala yang jelas, dan infeksi bisa hilang tanpa penanganan medis.
Namun terdapat jenis HPV lainnya yang bisa menyebabkan kutil pada alat kelamin.  Jenis HPV penyebab kutil kelamin ini tidak menyebabkan kanker serviks. Ada sekitar 15 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks. Dua jenis yang paling umum adalah HPV 16 dan HPV 18. Jenis ini menjadi penyebab kanker serviks pada 70 persen wanita.
Jenis HPV yang berisiko tinggi dianggap mengandung materi genetik yang bisa dipindahkan dari sel virus ke dalam sel leher rahim. Materi ini akan mulai mengganggu kinerja sel, hingga akhirnya sel-sel serviks itu berkembang biak tanpa terkendali. Proses inilah yang menyebabkan munculnya tumor dan kemudian berubah menjadi kanker.
Belum ada obat yang diketahui bisa menyembuhkan infeksi HPV. Virus ini sendiri bisa tetap berada di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Tapi, kebanyakan infeksi HPV menghilang tanpa penanganan khusus dalam jangka waktu sekitar dua tahun. Namun, sebagai langkah berjaga-jaga, setiap wanita disarankan untuk menerima vaksinasi HPV untuk mencegah tertularnya jenis virus yang menyebabkan kanker.
Kanker serviks butuh bertahun-tahun untuk tumbuh dari sel sehat ke sel prakanker dan akhirnya sel kanker. Perubahan abnormal sel-sel sebelum kanker inilah yang dikenal dengan sebutan cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau sel prakanker. Perubahan sel akibat infeksi HPV menjadi CIN, hingga akhirnya menjadi kanker sangat lambat. Proses ini bisa terjadi dalam kurun waktu 10-20 tahun.
CIN adalah kondisi pertumbuhan sel abnormal sebelum kanker. Kondisi ini umumnya tidak mengancam kesehatan seseorang secara langsung, tapi berpotensi berubah menjadi kanker. Walau risiko sel-sel CIN berubah menjadi kanker tergolong kecil, dokter akan memantau atau menanganinya sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Tujuan pap smear adalah mengidentifikasi tahap ini agar CIN ditangani sebelum sepenuhnya berubah menjadi kanker.
Tingkat perubahan sel abnormal bisa dibagi menurut tingkat keparahannya, yaitu:
CIN 1 - Kondisi ini terjadi saat perubahan pada sel-sel leher rahim masih sedikit atau tidak terlalu signifikan. Bisa ditangani atau dipantau secara berkala karena sel-sel pada tahap CIN 1 bisa berubah menjadi normal kembali tanpa penanganan medis.
CIN 2 – Terjadi perubahan yang lebih dari CIN 2; umumnya sel-sel abnormal diangkat oleh dokter.
CIN 3 - Pada tahap ini, perubahan sel sangat abnormal tapi belum bersifat kanker. Sel-sel CIN 3 akan diangkat oleh dokter.
Penyebaran virus ini harus diwaspadai, karena ternyata virus HPV bisa menyebar dan berpindah-pindah tempat dengan sangat mudah. Virus ini bisa berpindah ke tempat lain melalui perantara cairan, bahkan dengan hanya sentuhan kulit antara individu yang satu dengan yang lainnya.
Faktor lain yang biasanya menjadi penyebab seseorang terinfeksi Human Papilloma Virus adalah WC yang jarang dibersihkan atau tidak dibersihkan dengan baik. Virus bisa saja sudah bersarang di WC tersebut dan bisa menginfeksi orang yang menggunakannya.
Cara utama dalam mencegah kanker serviks adalah mencegah tertular virus HPV. Diperkirakan sekitar 99 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh virus ini. Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks meliputi berhubungan seks dengan aman, setia pada pasangan, screening rutin pada leher rahim, vaksinasi, berhenti merokok, serta konsumsi makanan dengan gizi seimbang.
11 Gejala Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai Setiap Wanita:
(01) Cairan yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah.
(02) Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual.
(03) Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari selama 3 bulan atau lebih, atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.
(04) Kesulitan buang air kecil karena penyumbatan ginjal atau ureter.
(05) Perubahan pada kebiasaan buang air besar dan kecil.
(06) Penurunan berat badan.
(07) Pembengkakan pada salah satu kaki.
(08) Nyeri pada tulang.
(09) Kehilangan selera makan.
(10) Rasa sakit pada perut bagian bawah serta panggul.
(11) Rasa nyeri pada punggung atau pinggang, ini disebabkan karena terjadi pembengkakan di ginjal. Kondisi ini disebut sebagai hidronefrosis.
Gejala kanker serviks tidak selalu bisa terlihat dengan jelas, bahkan ada kemungkinan gejala tidak muncul sama sekali. Sering kali, kemunculan gejala terjadi saat kanker sudah memasuki stadium akhir. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi sel-sel kanker sejak dini.
Salah satu tanda gejala kanker serviks lain adalah mentrusasi yang tidak normal. Umumnya pendarahan yang normal pada vagina memiliki jadwal yang rutin. Pendarahan tidak normal dari vagina, termasuk flek adalah gejala yang sering terlihat dari kanker serviks. Ini biasanya terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan jika terjadi pendarahan yang tidak normal lebih dari satu kali.
Semoga bermanfaat 
Bidan Oveeta_29
Alodokter