Pernahkah Anak Kita Diare?


Pernahkah Anak Kita Diare?

Diare merupakan gangguan pencernaan yang sering ditimbulkan oleh bakteri, virus atau parasit yang menginfeksi perut atau usus. Selain itu, diare juga dapat terjadi karena pencernaan terganggu akibat keracunan makanan, serta masuk angin.

Tanda-tanda diare diantara yaitu

1. Adanya perubahan bentuk tinja, seperti lebih encer, padat namun bercampur air, berbau, atau bisa juga bercampur darah.

2. Frekuensi buang air besar lebih sering, lebih dari 4 kali sehari.

Pada beberapa kasus, diare terjadi bersamaan dengan sakit perut, demam dan muntah.

Diare termasuk gangguan yang cukup serius karena dapat menimbulkan dehidrasi ringan hingga berat. Pada dehidrasi ringan, anak menunjukkan rasa haus akibat hilangnya cairan tubuh. Jika cairan tubuh terus berkurang, anak dapat mengalami asidosis (zat basa dalam tubuh berkurang,akibatnya anak bisa alami sesak nafas). Selain itu anak juga bisa mengalami kejang dan pingsan, jika zat-zat ekektrolit dalam tubuh semakin berkurang akibat hilangnya sejumlah cairan dalam tubuh.

Diare juga merupakan penyakit yang mudah menular. Penularan penyakit ini sering melalui tinja, lalat, dan jari. Aku oleh sebab itu, sangat penting menjaga kebersihan makanan dan minuman. Baik sebelum maupun setelah diolah. Agar tidak tertular, biasakan anak kita untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah melakukan kegiatan harian.

Tindakan yang bisa kita lakukan ketika anak diare, diantaranya adalah

1. Segera mengganti cairan yang hilang dari tubuh anak akibat diare, dengan memberikan oralit(larutan gula garam). Bisa pula menawarkan aneka jenis minuman pada anak untuk menghindari dehidrasi.

2. Memberikan makanan yang memadai. Jangan pernah mengurangi makanan yang biasa dikonsumsi anak.

3. Menghindari makanan dan minuman yang dapat merangsang pencernaan anak, seperti makanan asam, pedas, buah yang mempunyai sifat pencahar(nangka,durian), susu, keju, dan coklat.

3. Membantu anak untuk beristirahat dengan cukup serta mengurangi aktivitas.

4. Untuk mengurangi rasa sakit perut anak, kita bisa memberikan obat gosok luar seperti minyak kayu putih.

5. Sebelum memberikan obat, sebaiknya perhatikan diare anak. Jika tidak terlalu parah, tunda penggunaan obat. Sebab pada dasarnya diare adalah jenis penyakit yang bisa sembuh sendiri ( self limiting desease ).

Diare yang berlangsung berjam jam jangan dianggap sepele. Bila diare anak sudah lebih dari 4 kali atau lebih, anak merasa kesakitan tidak tertahankan, asupan makanan dan minuman tidak bagus, segera bawa anak periksa ke pelayanan kesehatan.

Semoga bermanfaat 😉


Bidan Oveeta_29