PENTINGNYA PEMENUHAN GIZI SEIMBANG bagi IBU HAMIL



PENTINGNYA PEMENUHAN GIZI SEIMBANG bagi IBU HAMIL

Kebutuhan gizi ketika hamil sangatlah penting. Dengan mendapatkan gizi seimbang, ibu dan janin akan terhindar dari resiko kesehatan.
Oleh karena itulah, ibu hamil perlu memahami dan menjalankan pola hidup sehat serta mwmenuhi gizi seimbang agar keadaan gizi ibu terjaga serta janin tetap sehat.

Seiring proses kehamilan, kebutuhan gizi pun akan terus meningkat. Sebagai contoh, sebelum hamil, kebutuhan energi seorang wanita sekitar 1.900 kkal dengan kebutuhan protein sekitar 50 gram per hari.

Ketika hamil pada trimester pertama, kebutuhan energinya meningkat menjadi 2.080 kkal serta kebutuhan protein menjadi 68 gram per hari.
Kemudian pada trimester kedua dan ketiga, kebutuhan energinya meningkat menjadi 2.200 kkal.

Begitu pula dengan kebutuhan zat-zat gizi lainnya. Misalnya, kebutuhan lemak bagi ibu hamil seperlima dari total kebutuhan energinya. Zat-zat gizi lain yang berperan penting seperti folat, kalsium, zat besi, zat seng, vitamin A dan sebagainya pun turut meningkat.

Ibu hamil yang kekurangan atau kelebihan gizi sama buruknya. Sebab, masing-masing memiliki dampak negatif kesehatan.

🍒 Hal- hal yang bisa terjadi saat Ibu Hamil kekurangan Gizi

- Ibu hamil lemas tidak berenergi
- Pertumbuhan otak janin terganggu. Karena energi yang didapat dari lemak, karbohidrat, dan protein merupakan zat yang berperan dalam proses pembentukan otak.
- Kurang Energi dan Protein (KEP) pada ibu hamil akan berdampak pada berat badan bayi yang dilahirkan rendah, juga pada ukuran otak yang kecil dan jumlah sel otak yang kurang.

Pada ibu hamil dengan berat badan yang tak kunjung naik atau minim peningkatannya dari ketentuan penambahan berat badan, biasanya akan disarankan dokter atau Bidan untuk banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak, karbohidrat, dan protein tinggi. Misalnya, daging, ikan, es , avokad, cakes, dan lainnya.

Peningkatan berat badan umumnya sulit terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan karena ibu sering mengalamai mual-muntah dan kehilangan nafsu makan. Bisa juga berat badan tak meningkat meski ibu hamil sudah banyak makan. Jika ini yang terjadi, harus diamati komposisi makanan yang dikonsumsi, apakah bergizi atau tidak. Di sisi lain, jika kualitas makanan sudah baik namun berat badan tak kunjung naik, mungkin ada yang tak beres di alat-alat pencernaan, termasuk gigi. Gigi rusak membuat makanan tak dikunyah dengan baik, hingga tak dicerna dan diserap sempurna oleh tubuh.

🍒 Hal-hal yang bisa terjadi saat ibu hamil kelebihan gizi

- Ibu hamil menjadi gemuk dan bisa menjadi faktor penyulit saat persalinan maupun kelak setelah melahirkan kala ingin menurunkan berat badan.
- Makan berlebihan selama hamil sering menjadi penyebab munculnya kencing manis dan preeklampsia, selain mengakibatkan ibu hamil lekas lelah dan sulit menjaga keseimbangan badan.
- Meski tak selalu ibu hamil yang overweight mengalami preeklampsia atau diabetes, pertambahan berat badan yang berlebihan bisa membuat pertumbuhan janin terhambat. Sebab, bila odem/bengkak dan terjadi hipertensi, suplai nutrisi ke janin menjadi berkurang karena terjadi penyempitan pembuluh darah. Bukannya tak mungkin kondisi ini membuat kematian janin selagi dalam rahim.

Oleh karena itulah, ibu hamil perlu memahami dan menjalankan pola hidup sehat gizi seimbang agar keadaan gizi ibu terjaga serta janin tetap sehat.

Menurut dokter spesialis gizi klinis, dr Inge Permadhi, MS, SpGK, asupan nutrisi seimbang sebaiknya dipersiapkan oleh calon ibu jauh sebelum kehamilan. Setiap hari, wanita perlu menerapkan pola makan sehat. Alhasil, dengan terpenuhinya zat gizi seimbang, kelak saat hamil dan melahirkan, ia memiliki cadangan nutrisi yang mencukupi.

Beliau menambahkan, komposisi zat gizi seimbang yang harus dipenuhi setiap hari adalah
- 55-60 persen karbohidrat
- 30 persen lemak
- 15 persen protein

Walaupun secara komposisi kebutuhan protein paling sedikit, akan tetapi jangan sampai zat gizi ini luput dari perhatian.

Bagi wanita hamil, unsur protein yang dibutuhkan sekitar 60 gram setiap hari. Berarti meningkat 10 gram lebih banyak dari kebutuhan sebelum hamil yang sebesar 50 gram per hari.

🍒 Fungsi dari zat protein diantaranya adalah

- Sebagai sumber kalori.
-Sebagai zat pembangun atau pembentuk serta memperbaiki jaringan tubuh pada janin seperti otot, tulang, mata kulit, jantung dan hati.
-Berperan dalam pembentukan darah
-Membantu pembentukan darah, cairan ketuban dan sel-sel janin agar sempurna
- Berguna dalam pertumbuhan jaringan dan plasenta bahkan otak
- Membentuk antibodi bagi perempuan hamil dan janin.
- Menjaga kesehatan tulang perempuan hamil dan janin

🍒 Ibu yang kurang asupan protein berisiko menyebabkan :

- Bayi lebih kecil
- Bayi mengalami masalah seperti bibir sumbing atau kelainan fisik lainnya.
- Kekurangan protein berefek pada kurang sempurnanya pembentukkan air susu ibu kelak dalam masa laktasi.

🍒 Ragam sumber protein

Sumber protein hewani dapat diperoleh dari daging sapi, daging ayam, ikan, putih telur, keju, susu dan sebagainya.

Sumber protein nabati bisa diperoleh dari kacang-kacangan, tahu, tempe dan sebagainya.

Nah, agar kebutuhan protein tercukupi dengan tidak menambah asupan lemak secara berlebihan, maka seorang ibu sebaiknya mengolah sumber protein tersebut dengan cara direbus, dikukus, dipepes, atau boleh sesekali ditumis. Hindari proses menggoreng dengan minyak banyak (deep frying).

Di tengah mahalnya harga kebutuhan pokok, salah satunya daging, sumber protein yang dapat menjadi pilihan karena harganya relatif terjangkau adalah telur. Telur diyakini sebagai sumber protein yang terbaik. Selain mengandung asam amino yang dibutuhkan ibu hamil, telur juga mudah dicerna dan diserap tubuh. Tak hanya itu, protein telur juga mampu mengubah protein sumber makanan lain supaya lebih berguna bagi tubuh.

Dengan banyaknya pilihan sumber protein tentu akan memudahkan ibu hamil. Untuk memenuhi kecukupan protein, bukan berarti harus mengonsumsi daging yang harganya mahal tapi bisa juga dengan telur, tahu dan tempe.

Semoga bermanfaat 😉

Bidan Oveeta_29
Tribunnews
Ibuhamil