Kenali DIFTERIA


Kenali DIFTERIA!!!

Apakah Difteria?
Penyakit difteria adalah suatu infeksi akut yang mudah menular, dan yang sering diserang terutama saluran pernafasan bagian atas, dengan tanda khas timbulnya
" pseudomembran". Kuman juga melepaskan eksotosin yang dapat menimbulkan gejala umum dan lokal.
Penyebab penyakit difteria adalah kuman Corynebacterium diphteriae, bersifat gram positif dan polimorf, tidak bergerak dan tidak membentuk spora. Bakteri dapat ditemukan dalam sediaan langsung yang diambil dari hapusan tenggorok atau hidung. Basil difteri akan mati pada pemanasan suhu 60 derajat celsius selama 10 menit, tetapi tahan hidup sampai beberapa minggu dalam es, air, susu dan lendir yang telah mengering.
Patogenesis:
- Kuman hidup dan berkembangbiak pada saluran nafas bagian atas, tetapi dapat juga pada vulva, kulit, mata (walaupun jarang terjadi).
- Kematian pasien difteria pada umumnya dusebabkan oleh terjadinya sumbatan jalan nafas akibat pseudomembran pada laring dan trakhea, gagal jantung karena terjadi miokarditis, atau gagal nafas akibat terjadinya bronkopnemonia.
- Penularan penyakit difteria adalah melalui udara (droplet infection), tetapi juga dapat melalui perantaraan alat atau benda yang terkontaminasi oleh kuman difteria.
- Penyakit difteria dapat mengenai bayi, tetapi kebanyakan pada anak usia balita.
- Penyakit difteria dapat ringan ataupun berat, tergantung dari virulensi, banyaknya basil, dan daya tahan tubuh anak. Bila ringan, hanya berupa keluhan sakit menelan dan akan sembuh dengan sendiri serta dapat menimbulkan kekebalan pada anak jika daya tahan tubuhnya baik. Tetapi kebanyakan pasien berobat sering dalam keadaan sudah berat. Seperti adanya bullneck atau sudah stidor dan dispnea. Pasien diferia selalu dirawat di rumah sakit karena mempunyai resiko terjadinya komplikasi seperti miokarditis atau sumbatan jalan nafas.

BACA




Prognosis :
Prognosis penyakit ini bergantung pada :
1. Umur pasien. Makim muda usianya makin jelek prognosisnya.
2. Perjalanan penyakit, makin terlambat diketemukan makin buruk keadaannya.
3. Letak lesi difteria. Bila dihidung tergolong ringan.
4. Keadaan pasien, bila keadaan gizi buruk, juga buruk
5. Terdapatnya komplikasi miokarditis, sangat memperburuk prognosis.
6. Pengobatan, terlambat pemberian ADS, prognosis makin buruk.
Komplikasi :
1. Pada saluran pernafasan terjadi obstruksi jalan nafas dengan segala akibatnya. Seperti bronkopnemonia, atelektasis.
2. Kardiovaskuler: miokarditis, yang dapat terjadi akibat toksin yang dibentuk kuman difteria.
3. Kelainan pada fungsi ginjal: nefritis
4. Kelainan syaraf
Pencegahan:
1. Dengan imunisasi
2. Isolasi, aku pasien difteria harus dirawat dengan isolasi dan baru dapat pulang setelah pemeriksaan sediaan langsung tidak ditemukan Corynebacterium diphteriae 2 kali berturut-turut.
3. Pencarian seorang karier difteria dengan dilakukan uji shick. Bila diambil hapusan tenggorok dan ditemukan C. Diphteriae pasien diobati: bika perlu dilakukan tonsilektomi.
GEJALA UMUM:
1. Demam tidak terlalu tinggi
2. Lesu
3. Pucat
4. Nyeri kepala
5. Anoreksia sehingga pasien lemah
GEJALA LOKAL:
1. Nyeri menelan
2. Bengkak pada leher
3. Sesak nafas
4. Suara serak
5. Bila dihidung, timbul berupa batuk pilek, kotoran yang keluar bercampur darah.
Semoga bermanfaat 😉