CARA MEMERAH dan MENYIMPAN ASI


.CARA MEMERAH dan MENYIMPAN ASI
Dewasa ini, semakin banyak bunda-bunda cantik yang ingin mensukseskan ASI EKSKLUSIF. Tidak dipungkiri lagi, manfaat yang luar biasa jika menyusui 0-6 bulan tanpa makanan tambahan apapun akan didapatkan baik untuk si bayi, ibu dan juga keluarga.
Bagi ibu rumah tangga, menyusui secara eksklusif mungkin tidak banyak mengalami hambatan. Akan tetapi bagi bunda-bunda yang bekerja di luar rumah, perlu perjuangan ekstra untuk mewujudkan keberhasilan Asi Eksklusif. Karena untuk bunda bekerja harus ada tindakan khusus dalam pemerahan, penyimpanan,dan pemberian Asi. Tidak mudah memang, tapi baik bunda yang dirumah ataupun kerja, intinya jika ingin pemberian Asi Eksklusif berhasil harus punya keyakinan dalam diri bahwa bunda " MAMPU" dan bertekad kuat untuk itu. Faktor lain seperti pola nutrisi, aktivitas, istirahat serta pengolahan stress psikologi dioptimalkan kemudian.
🍼 Berikut adalah hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum bunda memerah Asi :
1. Pilih waktu dimana payudara dalam keadaan paling penuh terisi, pada umumnya terjadi di pagi hari.
2. Semua peralatan yang digunakan disterilkan lebih dahulu. Apabila menggunakan breast pump, dibersihkan segera setelah dipakai agar sisa susu tidak mengering dan menjadi sulit dibersihkan.
3. Pilih tempat yang nyaman dan tenang pada saat memerah susu, tempat ideal seharusnya dimana ibu tidak terganggu oleh suara bel, telepon masuk, dll.
4. Cuci tangan dengan sabun dan payudara dibersihkan dengan air atau ASI dikeluarkan sedikit lalu dioleskan pada puting. Sebelum memulai minumlah segelas air / cairan lain seperti susu, juice, dll.
5. Disarankan minuman hangat untuk membantu merangsang ASI.
6. Usahakan relax. Bayangkan wajah si kecil saat mulai memerah.
7. Mengompres payudara dengan air hangat kira-kira 2-10 menit dapat membantu agar ASI dapat keluar dengan lancar.
🍼Cara memerah ASI:
Secara dasar, prinsip memerah ASI hampir sama dengan mengeluarkan pasta gigi. Bila kita hanya menekan ujung pasta gigi, tentu pastanya tak akan keluar, jadi harus menekan agak ke belakang. Bila ASI tak keluar banyak, kemungkinan teknik bunda salah. Mungkin cara memerah ASI-nya seperti melakukan massage/pijat payudara. Cara ini tak akan mengeluarkan ASI, karena yang ditekan pada pijat payudara adalah ‘pabrik’ ASI bukan ‘gudang’nya. Ibu tak bisa langsung mengeluarkan ASI dari ‘pabrik’ tapi harus melalui ‘gudang’ dulu. Jadi, bila tekniknya sudah benar, lama-kelamaan memerah ASI akan menjadi pekerjaan biasa. Waktu yang dibutuhkan pun sekitar 20- 30 menit saja, tapi susu yang terkumpul bisa mencapai 500 ml.
Namun demikian, ada beberapa aturan yang penting diperhatikan sebelum sebelum Ibu memberikan ASI perah (ASIP) pada si bayi. Pertama, sebelum bayi berusia 4 bulan, sebaiknya ASIP TIDAK diberikan menggunakan dot dulu karena bayi akan mengalami bingung puting. Maksudnya, ia akan susah untuk kembali menyusu dengan benar pada payudara ibu. Kedua, bila bunda sedang bersama bayi, bayi harus menyusu langsung pada Ibu, jangan memberikan ASIP. Memerah ASI bukanlah hal yang sulit, bahkan tidak selalu membutuhkan alat khusus atau pompa ASI. Cukup dengan pijitan dua-tiga jari sendiri, ASI bisa keluar lancar. Hal ini memang membutuhkan waktu, yakni masing-masing payudara berkisar 15 menit. ASI ini bisa disimpan lalu diberikan untuk bayi keesokan harinya.
1. Memerah dengan Jari
Cara memerah ASI dengan jari ini amat sederhana dan tidak perlu biaya. Sebagai langkah awal Ibu perlu memahami bahwa payudara terdiri atas tiga komponen yang prinsipil, yaitu “pabrik” (di daerah berwarna putih), saluran, dan “gudang” (di daerah warna cokelat atau areola) ASI. Ketiganya seperti bejana berhubungan. ASI diproduksi di ‘pabrik’nya yang berbentuk seperti kumpulan buah anggur. Setiap ‘pabrik’ ASI dilalui otot-otot. Bila otot-otot ini mengkerut, ia akan memompa ASI ke salurannya menuju ‘gudang’. Agar pabrik memproduksi ASI lagi, syarat utamanya ASI di ‘gudang’ harus habis lebih dulu. Bila ‘gudang’ kosong, barulah ‘pabrik’ akan mengisinya kembali, begitu seterusnya. Berikut adalah cara memerah ASI dengan jari
Letakkan tangan kita di salah satu payudara, tepatnya di tepi areola. Tempatkan ibu jari di atas kalang payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bawah sekitar 2,5 -3,8 cm di belakang puting susu membentuk huruf C. Anggaplah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi pukul jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan. Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga “gudang” ASI berada di bawahnya. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada. Buatlah gerakan menggulung dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah kalang payudara di belakang puting susu. Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke posisi lain (misal arah jam 9 dan jari-jari ke arah jam 3, lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil menekan gudang ASI. Letakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.
Cara memerah atau mengeluarkan ASI yang tidak tidak dianjurkan:
1. Menekan puting susu
2. Memijat puting dengan 2 jari, dapat menyebabkan lecet
3. Mengurut – mendorong dari pangkal payudara, dapat menyebabkan kulit nyeri
4. Menarik puting dan payudara – dapat menyebabkan kerusakan jaringan
Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan dengan tangan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, meliputi:
1. Massage, stroke, dan shake. Perah kedua payudara selama 5-7 menit tiap payudara.
2. Massage, stroke, dan shake. Perah kedua payudara selama 3-7 menit tiap payudara.
3. Massage, stroke, dan shake. Perah kedua payudara selama 2-3 menit tiap payudara
2. Menggunakan Pompa ASI
Jika menggunakan pompa, alat pompa ASI elektrik adalah cara bantu pemerahan ASI yang paling baik dan efektif. Hanya saja, harganya relatif mahal. Cara lain yang lebih terjangkau bila punya dana lebih, yaitu menggunakan poma dengan mekanisma piston atau pompa berbentuk suntikan. Prinsip kerja alat ini memang seperti suntikan, hingga memiliki keunggulan, yaitu setiap jaringan pompa mudah sekali dibersihkan dan tekanannya bisa diatur. Sayangnya, pompa-pompa ASI yang ada di Indonesia jarang sekali berbentuk suntikan, lebih banyak berbentuk corong dan bohlam (squeeze and bulb). Bentuk squeezedan bulb tak pernah dianjurkan banyak ahli laktasi dan ASI. Bentuk pompa seperti ini sulit dibersihkan bagian belakang yang bentuknya menyerupai bohlam karena terbuat dari karet hingga tak bisa disterilisasi. Selain itu, tekanannya tak bisa diatur, hingga tak bisa sama/rata.
🍼Cara menyimpan ASI hasil pompa atau perasan :
1. Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu. Botol yang paling baik sebetulnya terbuat dari gelas atau kaca. Jika terpaksa menggunakan botol plastik pastikan plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika direndam air panas).
2. Jangan menggunakan botol susu berwarna atau bergambar karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas.
3. Bubuhkan label setiap ibu akan menyimpan botol ASI dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI diperah / dipompa.
4. Simpan ASI dalam botol yang tertutup rapat, jangan dalam botol yang ada dot karena dapat berinteraksi dengan udara. Jika dalam 1 hari ibu memompa atau memerah ASI beebrapa kali, bisa saja ASI tersebut digabungkan dalam botol yang sama.
5. Syaratnya jangka waktu pompa / perah pertama dan berikutnya tidak lebih dari 24 jam dan suhu tempat botol disimpan harus stabil antara 0-15 derajat Celcius.

🍼Berapa lama Asi hasil memerah dapat bertahan??
1. ASI perah tahan hingga 4-6 jam jika ditaruh pada suhu ruangan sekitar 25 derajat celcius.
2. ASI perah tahan hingga 24 jam, saat disimpan dalam boks pendingin yang ditambahkan dengan tambahan kantung es (ice pack).
3. ASI perah tahan sampai 8 hari, ketika ditaruh pada kulkas bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4 derajat celcius. Apabila lemari es tidak memiliki ruangan ruangan terpisah maka ASI jangan disimpan lebih dari 3×24 jam (3 hari).
4. ASI perah tahan hingga 6 bulan pada freezer dengan suhu 15-18 derajat celcius dibawah titik beku 0 derajat celsius.
Hanya saja perlu diingat, proses pembekuan ASI perah kemungkinan menghilangkan beberapa zat yang penting untuk menghalau infeksi pada bayi. Semakin lama penyimpanan ASI perah, baik didinginkan maupun dibekukan, akan menghilangkan kandungan vitamin C pada ASI. Meski demikian, ASI perah yang sudah dibekukan itu, nilai gizinya masih jauh lebih baik dibandingkan susu formula.

🍼Tips Mencairkan ASI Perah:
ASI perah beku yang dicairkan kemungkinan akan mengalami perubahan pada warna, bau, dan konsistensinya dibandingkan ASI segar. Sebagian bayi ada yang menolak ASI perah beku, jika demikian ada baiknya memperpendek masa simpan ASI.
Untuk mencairkan ASI perah yang dibekukan, dapat menggunakan penghangat ASI elektrik yang bisa digunakan di rumah atau di mobil. Jika tidak tersedia, maka bunda dapat menempatkan botol penyimpan ASI perah ke dalam panci atau mangkuk berisi air hangat. Diamkan beberapa saat. Ingat, jangan menaruh panci atau baskom tersebut di atas kompor yang menyala. ASI perah yang dibekukan, sebaiknya tidak langsung dikeluarkan dalam suhu ruang. Beberapa penelitian mengungkap perubahan suhu yang cepat dapat memengaruhi kandungan antibodi yang terdapat dalam ASI yang bermanfaat bagi bayi. ASI perah beku dari freezer dapat diletakkan terlebih dahulu di ruang pendingin pada kulkas, kemudian hangatkan sebagaimana cara di atas. Yang juga penting diketahui adalah jangan membekukan ulang ASI perah yang sudah dicairkan. Jika ASI perah dibutuhkan segera, maka Anda dapat menempatkannya di bawah air mengalir dengan suhu biasa. Lalu lanjutkan mengairi dengan air hangat. Jika belum cukup hangat, tempatkan botol di dalam mangkuk berisi air hangat. Untuk memeriksa apakah suhu ASI sudah sesuai untuk bayi, teteskan ke pergelangan tangan. Jika suhu sudah sesuai, bisa langsung diberikan pada bayi. Meski tampaknya mudah, hindari menghangatkan atau mencairkan ASI perah menggunakan microwave. Alat ini kemungkinan dapat menciptakan bintik-bintik pada botol ASI perah yang kemungkinan berbahaya bagi bayi. Sekali lagi, perubahan susu yang terlalu cepat pada ASI perah bisa menghilangkan kandungan antibodi yang dibutuhkan oleh bayi Anda.
Semoga bermanfaat 😉
Bidan Oveeta_29
Aulafactababy
Mitrakeluarga
Hellodokter