CACINGAN PADA ANAK BAYI DAN BALITA


CACINGAN PADA ANAK BAYI DAN BALITA

Gangguan pencernaan menjadi masalah yang paling sering dihadapi anak-anak. Hal ini bisa dipahami karena sistem pencernaan anak belum sempurna dan daya tahan tubuhnya masih lemah. Akibatnya, kuman penyakit dapat berkembang biak di dalam pencernaan si kecil dan menimbulkan aneka penyakit,salah satu contohnya yaitu Cacingan.

Secara umum, gejala anak cacingan sangat khas, meliputi:
1. perut kembung
2.berat badan yang tidak kunjung naik
3. muka pucat
4. lesu
5. muntah-muntah

Ada 4 jenis cacing yang sering menyerang tubuh manusia, yaitu

1. Cacing gelang (Ascaris Lumbricoides).

Cacing gelang adalah cacing yang paling sering menyerang. Jika cacing ini berkembangbiak di dalam tubuh si kecil maka akan timbul berbagai gangguan. Seperti menurunnya nafsu makan, diare, serta mual dan muntah. Pada kasus yang sudah parah, cacing gelang juga dapat mengganggu sistem pernafasan sehingga anak kesulitan bernafas. Ditemui pada beberapa kasus, anak mengalami penurunan berat serta menunjukkan gejala lesu serta tidak bergairah.

2. Cacing cambuk ( Trichuris trichuria)

Cacing ini hidup di sekitar usus besar, tepatnya di membran usus besar. Cacing cambuk dapat menimbulkan peradangan dan perdarahan usus. Beberapa anak mengalami sakit perut sehingga tidak bisa melakukan aktivitas rutin secara aktif. Jika perdarahan cukup banyak, anak dapat menderita anemia. Keadaan ini cukup berbahaya terutama bagi perkembangan intelektualnya.

3. Cacing Tambang ( Ancylostama duodenale)

Cacing ini menyerang manusia dengan memghisap darah. Cacing tambang, hidup dan berkembang di sekitar usus halus. Karena darah yang menjadi makanannya, anak yang terserang cacing ini dapat menderita anemia ringan hingga berat. Gejala yang khas dari penderita ini adalah muka pucat dan sangat lesu.

4. Cacing Kremi (Enterobius vermicularis)

Cacing ini menimbulkan rasa gatal yang hebat disekitar dubur. Tidak jarang anak menggaruk bagian dubur secara terus menerus terutama di malam hari. Cacing ini masuk melalui mulut, kemudian berkembangbiak di dalam usus besar. Jika sudah dewasa, mereka mulai bersarang di anus. Seperti cacing yang lain, cacing kremi juga bisa menimbulkan gangguan yang hampir sama. Hanya saja, tidak separah cacing tambang, cacing cambuk, dan cacing gelang.

Hal-hal yang bisa kita dilakukan untuk menghindari cacingan antara lain adalah

1. Menjaga kebersihan Rumah, terutama saat kita menyiapkan makanan bagi anak-anak. Semua bahan makanan serta alat makan yang digunakan juga dipastikan bersih.
2. Jika anak kita menunjukkan adanya tanda cacingan, sebaiknya segera berikan obat cacing. Untuk anak diatas 2 tahun, obat dapat diberikan secara langsung. Bila kurang dari 1 tahun, harus dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.
3. Seandainya si kecil sudah cacingan, kita sebaiknya memisah alat-alat makan, alat mandi, baju dan ketika tidur. Sebab cacing dapat menular melalui media tersebut.
4. Untuk mengatasi cacing kremi, kita dapat mengolesi anus si kecil dengan baby oil dan menjaga agar tidak menggaruknya. Karena cacing dapat lebih mudah menular pada anggota keluarga yang lain.
5. Memberikan makanan yang bergizi agar kondisi anak kita tetap prima.
6. Membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah bermain.
7. Memandikan anak setidaknya 2 kali sehari, agar kuman-kuman termasuk cacing yang menempel di tubuh dapat segera dibersihkan.

Semoga bermanfaat😉